FA mengumumkan hukuman tersebut pada Selasa, 13 Oktober 2026. Selain denda, mantan bek Real Madrid itu juga mendapat peringatan setelah mengakui tuduhan melakukan tindakan tidak pantas melalui komentarnya seusai pertandingan.
Kasus ini bermula setelah Fulham bermain imbang 1-1 dengan Manchester United di Craven Cottage pada 20 September 2026. Arbeloa saat itu menuding keputusan wasit cenderung menguntungkan tim tamu dan menyiratkan bahwa Manchester United tidak dibiarkan kalah.
Arbeloa Sindir Wasit Usai Fulham Ditahan MU
Fulham sebenarnya berada di ambang kemenangan ketika menghadapi Manchester United. Tuan rumah unggul lebih dulu melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez pada menit ke-63.
Namun, Manchester United menyelamatkan satu poin berkat gol Matheus Cunha pada menit ke-89. Gol tersebut tercipta setelah tembakannya berubah arah akibat defleksi.
Arbeloa kecewa dengan keputusan wasit dalam pertandingan itu, terutama pelanggaran terhadap Harry Maguire sekitar 35 detik sebelum gol penyama kedudukan Cunha.
“Saya tahu setelah pertandingan melawan Manchester City bahwa mereka tidak akan membiarkan Manchester United kalah di sini,” ujar Arbeloa seusai laga, seperti dikutip Reuters dan Al Jazeera.
Pernyataan tersebut merujuk pada pertandingan Manchester United melawan Manchester City sebelumnya. Dalam laga itu, gol Erling Haaland yang sempat dianulir karena offside akhirnya disahkan setelah peninjauan VAR. Manchester City kemudian menang 1-0 di Old Trafford.
Arbeloa menilai sejumlah keputusan dalam laga Fulham melawan Manchester United juga merugikan timnya. Komentar itulah yang kemudian menjadi perhatian FA.
FA Nilai Arbeloa Ragukan Integritas Wasit
Dalam keterangannya, FA menyatakan Arbeloa didakwa karena berkomentar dalam wawancara seusai pertandingan yang menyiratkan keberpihakan dan meragukan integritas seorang ofisial pertandingan.
Arbeloa pun mengakui tuduhan tersebut. Komisi Regulasi Independen kemudian menjatuhkan denda 25 ribu pound sterling dan memberikan peringatan kepada pelatih asal Spanyol itu.
Keputusan tersebut tidak berarti FA menyatakan seluruh keputusan wasit dalam pertandingan itu benar atau salah. Sanksi diberikan atas komentar Arbeloa yang dinilai melanggar aturan perilaku pelatih dan integritas perangkat pertandingan.
Kasus ini menambah sorotan terhadap Arbeloa yang menjalani musim pertamanya menangani Fulham setelah bergabung pada Juli 2026.
Fulham Masih Kesulitan di Liga Inggris
Di luar persoalan disiplin, Arbeloa juga menghadapi tantangan untuk mengangkat performa Fulham. Berdasarkan laporan Reuters pada 14 Oktober 2026, Fulham belum meraih kemenangan di Liga Inggris dan berada di posisi terbawah klasemen dengan dua poin dari enam pertandingan.
Hasil imbang melawan Manchester United menjadi salah satu kesempatan yang gagal dimaksimalkan Fulham untuk meraih kemenangan pertama mereka pada musim ini.
Bagi Arbeloa, pekerjaan rumahnya kini bukan hanya membenahi performa tim, tetapi juga menjaga agar pernyataan publiknya tidak kembali berujung pada sanksi disiplin.