Seperti dilaporkan The Athletic, Ronaldo bahkan memilih makan siang sendirian ketimbang bersama rekan setimnya di MU usai kekalahan tersebut. Tak hanya itu, ia juga dikabarkan berdebat dengan sang pelatih, Erik Ten Hag terkait strategi yang dimainkan pria asal Belanda pada pertandingan tersebut.
Cristiano Ronaldo yang turun dari bangku cadangan saat MU dikalahkan Brighton & Hove Albion 1-2 pada pekan pertama, tampil sejak menit awal saat MU bertandang ke markas Brentford, Sabtu kemarin. Para pendukung MU, tentunya berharap tim kesayangannya segera bangkit usai kekalahan memalukan di Old Trafford.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Para pendukung MU yang datang ke markas Brentford justru dibuat malu lantaran tim kesayangannya harus tertinggal empat gol saat pertandingan baru berjalan 35 menit. Ronaldo yang diharapkan bisa jadi pemimpin di atas lapangan pun tidak bisa berbuat apa-apa.
Pada akhir pertandingan, Ronaldo jelas menunjukkan gesture tidak nyaman dengan hasil tersebut. Ia berjalan cepat menuju lorong ganti, bahkan tidak menyapa Ten Hag yang berdiri di sisi lapangan.
Menurut laporan The Athletic, Ronaldo tidak nyaman dengan pendekatan strategi Ten Hag yang menuntut intensitas tinggi dari para pemainnya serta melakukan pressing di garis pertahanan lawan.
Hubungan di antara keduanya pun dikabarkan kian retak. Ten Hag yang sebelumnya menyatakan bahwa Ronaldo masih masuk rencana permainannya, kini mulai berpikir realistis. Ia mulai terbuka dengan kemungkinan Ronaldo hengkang di bursa transfer musim panas ini demi bergabung dengan klub yang berlaga di Liga Champions. Namun, hingga kini belum ada tawaran yang masuk untuk CR7.
MU Lirik Jamie Vardy untuk Gantikan Ronaldo
Manajemen MU juga tak lagi ngotot mempertahankan Ronaldo. Sambil menunggu tawaran datang, mereka mulai mencari pemain yang bisa mengisi posisi yang akan ditinggalkan Ronaldo.Menurut laporan, manajemen Setan Merah kini membidik Jamie Vardy untuk diboyong ke Old Trafford sebelum jendela transfer musim panas ini ditutup pada akhir bulan ini. Vardy saat ini tengah menjalani tahun terakhir kontraknya bersama Leicester City.
Meski usianya tak lagi muda, 35 tahun, Vardy dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik di Liga Inggris. Selama sembilan tahun berkarier di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Vardy tercatat sudah mengoleksi 133 gol dan menempatkannya di posisi 14 dalam daftar topskor sepanjang masa Liga Inggris.
Di luar musim pertamanya di Liga Primer (2014 -- 2015), Vardy adalah penyerang yang punya konsistensi bagus dalam urusan gol. Ia selalu mencetak minimal 16 gol di setiap musimnya (mulai musim 2015/2016 - 2021/2022).
Dengan kontraknya yang saat ini hanya menyisakan kurang dari 12 bulan, manajemen MU cukup yakin bisa meyakinkan Vardy untuk merapat ke Old Trafford. Terlebih, The Foxes juga mengawali kampanye musim ini dengan kurang baik di mana mereka kalah dari Arsenal dan imbang dari Brentford di pekan pertama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News