Dikutip melalui Sportbible, gagasan utama dari aksi ini adalah melakukan tepuk tangan bersama selama satu menit tepat pada menit ke-20. Angka tersebut dipilih merujuk pada nomor punggung yang dikenakan Jota semasa membela Liverpool.
Aksi ini menjadi simbol duka mendalam atas kepergian bintang Portugal tersebut yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Spanyol pada Juli lalu.
Simbol Solidaritas di Tengah Rivalitas
Gagasan ini telah menyebar luas di berbagai komunitas pendukung Setan Merah. Tujuannya adalah untuk mengesampingkan rivalitas sengit yang telah berlangsung selama puluhan tahun demi menunjukkan rasa hormat selama 60 detik.
Suporter tuan rumah juga mendorong pendukung Liverpool di tribun tandang untuk ikut serta dalam aksi simbolis ini.
Tragedi yang menimpa Jota terjadi saat ia sedang menempuh perjalanan menuju pelabuhan untuk kembali ke Liverpool guna mengikuti sesi pramusim. Kepergian Jota dan saudaranya, André Silva, memicu gelombang simpati global.
Sebelumnya, sejumlah tokoh United seperti pelatih Rúben Amorim, kapten Bruno Fernandes, dan Diogo Dalot telah meletakkan karangan bunga di Anfield sebagai bentuk belasungkawa.
Inspirasi dari Momen 2022
Aksi ini terinspirasi dari peristiwa pada tahun 2022, ketika suporter Liverpool memberikan tepuk tangan untuk Cristiano Ronaldo yang saat itu kehilangan salah satu bayi kembarnya. Pada menit ketujuh laga tersebut, Anfield bergemuruh dengan nyanyian “You’ll Never Walk Alone” sebagai bentuk dukungan moral kepada sang rival.
Usulan penghormatan untuk Jota kini telah disampaikan kepada Manchester United Supporters Trust (MUST). Meski pihak klub Manchester United sudah mengetahui rencana ini, manajemen menegaskan bahwa aksi tersebut harus tetap menjadi inisiatif murni dari suporter secara organik, bukan instruksi resmi dari pihak klub.
Fans Liverpool pun diperkirakan akan menyambut baik dan ikut mengambil bagian dalam momen emosional tersebut.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News