Pelatih Liverpool Andoni Iraola. (Foto: IG resmi Andoni Iraola)
Pelatih Liverpool Andoni Iraola. (Foto: IG resmi Andoni Iraola)

Premier League 2026/2027

Iraola Kesal Liverpool Gagal Menang Tanpa Kebobolan di Kandang Palace

Kautsar Halim • 09 November 2026 02:44
Ringkasnya gini..
  • Liverpool menang 3-1 atas Crystal Palace melalui gol Alexis Mac Allister, Florian Wirtz, dan Alexander Isak.
  • Andoni Iraola memprotes penalti untuk Palace setelah benturan kepala antara Milos Kerkez dan Dario Osorio. Eddie Nketiah sukses mengeksekusinya.
  • Kemenangan mengangkat Liverpool ke posisi keempat klasemen dengan 18 poin, sedangkan Crystal Palace turun ke dasar klasemen dengan tujuh poin.
Jakarta: Andoni Iraola meluapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Crystal Palace saat Liverpool menang 3-1 di Selhurst Park, Minggu, 8 November 2026. Iraola menilai keputusan tersebut tidak konsisten dan mempertanyakan proses pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR).

Liverpool sebenarnya berada di ambang kemenangan tanpa kebobolan setelah unggul tiga gol. Namun, wasit Tony Harrington menunjuk titik putih pada masa injury time setelah terjadi benturan kepala antara bek Liverpool, Milos Kerkez, dan pemain Crystal Palace, Dario Osorio.

Eddie Nketiah yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-3 sekaligus menggagalkan upaya Liverpool menjaga gawangnya tetap bersih.

Iraola tidak menyembunyikan kekesalannya setelah pertandingan. Ia merasa insiden tersebut seharusnya tidak berujung penalti karena kedua pemain sama-sama berusaha menjangkau bola.

"Saya sangat kesal. Insiden di kotak penalti kami dianggap sebagai penalti, sedangkan insiden di kotak penalti lawan tidak," ujar Iraola kepada Sky Sports.

"Saya tahu kami sedang unggul 3-0 dan itu sudah menit ke-95, tetapi saya benar-benar kesal," lanjutnya.
 

Iraola Pertanyakan Keputusan VAR


Iraola juga menyoroti lamanya proses pemeriksaan VAR sebelum keputusan penalti tetap diberikan. Menurutnya, tayangan ulang yang diperiksa berkali-kali justru memperlihatkan bahwa insiden tersebut merupakan benturan kepala.

"Ini benturan kepala. Bahkan, kepala Osorio yang bergerak ke arah Milos setelah menyentuh bola, bukan sebaliknya. Ini benturan kepala," kata Iraola.

Ia mengaku tidak membutuhkan penjelasan tambahan dari perangkat pertandingan. Baginya, keputusan tersebut sudah terlanjur diambil, tetapi tetap menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

"Saya tidak membutuhkan penjelasan. Wasit telah membuat kesalahan. Karena ada kontak fisik, VAR tampaknya enggan mengubah keputusan tersebut, meskipun mereka butuh waktu sangat lama untuk memeriksanya," ucapnya.

Iraola juga menilai keputusan tersebut bukan satu-satunya kejadian yang membuatnya kecewa sepanjang musim ini. Ia merasa ada sejumlah insiden lain yang memperlihatkan ketidakkonsistenan dalam pemberian penalti.

"Kami ingin mengakhiri pertandingan dengan skor 3-0. Clean sheet di Premier League tidak mudah didapatkan. Ini bukan hanya soal penalti tersebut, tetapi juga karena banyak hal lainnya," tuturnya.
 

Liverpool Bangkit setelah Dua Kekalahan


Terlepas dari kontroversi pada penghujung laga, kemenangan atas Crystal Palace menjadi hasil penting bagi Liverpool. The Reds sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun, yakni dari Arsenal di Premier League dan Fenerbahce di Liga Champions.

Liverpool membuka keunggulan melalui Alexis Mac Allister pada menit ke-40. Gelandang asal Argentina itu menyambut situasi bola mati untuk membawa tim tamu unggul 1-0 hingga turun minum.

Florian Wirtz kemudian menggandakan keunggulan Liverpool pada menit ke-54 setelah memaksimalkan umpan Bradley Barcola. Alexander Isak memperbesar jarak menjadi 3-0 pada menit ke-89.

Crystal Palace baru bisa membalas melalui penalti Nketiah pada masa injury time. Gol tersebut tidak mengubah hasil akhir, tetapi membuat Iraola gagal membawa Liverpool menutup pertandingan dengan clean sheet.

Iraola tetap mengapresiasi hasil tersebut. Ia menilai Liverpool membutuhkan kemenangan setelah menjalani pekan yang berat, termasuk perjalanan pulang dari Turki yang membuat tim tiba larut pada Kamis malam.

"Kami membutuhkan kemenangan ini, terutama setelah kekalahan beberapa hari lalu di Turki," kata Iraola dalam konferensi pers.

Kemenangan tersebut mengangkat Liverpool ke posisi empat klasemen sementara Premier League dengan 18 poin dari 10 pertandingan. Sebaliknya, Crystal Palace terpuruk di dasar klasemen dengan tujuh poin setelah menelan kekalahan keempat secara beruntun.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan