Sebelumnya, Tottenham hanya bermain imbang 2-2 melawan Brighton. Rentetan hasil buruk itu membuat Spurs terjerembap ke posisi ke-18 klasemen sementara, terpaut dua poin dari West Ham United di peringkat ke-17 yang menjadi batas aman dari zona degradasi.
Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, mengungkapkan bahwa dirinya harus mencari berbagai cara untuk membangkitkan mental tim menjelang laga krusial sabtu malam tadi. Ia menilai pendekatan komunikasi biasa tidak cukup untuk menjangkau seluruh pemain.
Mengutip laporan ESPN, De Zerbi menjelaskan bahwa dirinya mencoba berbagai metode demi meningkatkan motivasi para pemain Tottenham jelang laga krusial tersebut.
"Tentu saja kata-kata saya tidak cukup dan saya mencoba menemukan solusi terbaik untuk menjangkau setiap pemain."
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan terhadap pemannya bersifat fleksibel, tergantung kebutuhan masing-masing dari para pemain.
“Terkadang Anda datang dengan video, terkadang dengan kata-kata, terkadang dengan anggur merah, atau bir. Saya tidak tahu.”
Selain itu, De Zerbi juga memanfaatkan analisis performa pemain, baik dari pertandingan sebelumnya maupun dari klub lama mereka.
“Terkadang video analisis, tetapi terkadang juga apa yang telah mereka lakukan dalam karier mereka, juga di klub lain. (Randal) Kolo Muani, jika saya memainkan Kolo Muani sebagai pemain sayap kanan, itu karena dia pernah bermain di posisi itu.”
Ia mencontohkan bagaimana dirinya menggunakan platform digital seperti YouTube untuk memperlihatkan performa terbaik pemain.
“Jika Anda membuka YouTube, dan Anda mencari Kolo Muani di Eintracht Frankfurt, Anda dapat melihat bahwa dia bermain sangat baik di posisi itu dan dia mencetak banyak gol di posisi itu.”
De Zerbi mengungkapkan bahwa metode pendekatan melalui video YouTube tersebut dilakukan demi kepentingan tim, bukan semata-mata strategi pribadi pelatih.
“Saya menggunakan YouTube atau WyScout untuk mencari sesuatu agar bisa memikirkan solusi terbaik, untuk para pemain, bukan untuk saya.”
Kemenangan atas Wolves pada Sabtu 25 April 2026 malam WIB (waktu Indonesia Barat) menjadi momentum penting bagi para pemain Tottenham untuk keluar dari tekanan zona degradasi. Meski masih berada di zona degradasi, hasil tersebut dinilai bisa memberikan harapan baru bagi Spurs untuk memperbaiki posisi di klasemen.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News