Absennya kedua pemain ini tentu menjadi kehilangan besar bagi tim berjuluk The Guardian tersebut. Ryo dan Allan selama ini menjadi motor serangan dan tembok pertahanan yang sulit digantikan dalam skema permainan tim.
Bukan karena cedera atau akumulasi kartu, absennya Ryo dan Allan disebabkan oleh klausul khusus dalam kontrak mereka. Diketahui, kedua pemain tersebut memang memiliki keterikatan kontrak dengan Persija Jakarta, sehingga terdapat kesepakatan bahwa mereka dilarang tampil saat kedua tim bertemu.
Menanggapi situasi ini COO Bhayangkara FC, Sumardji, memberikan pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa pihak klub sudah mengetahui konsekuensi tersebut sejak awal dan menghormati kesepakatan profesional yang ada.
Baca juga: Semen Padang vs Persib: Bojan Hodak Waspadai Motivasi 200 Persen Tuan Rumah
"Ryo Matsumura dan Allan dipastikan tidak bisa main karena ada kesepakatan di dalam kontraknya. Saya tidak masalah dengan ini," ujar Sumardji.Kehilangan Ryo bukan perkara sepele bagi strategi pelatih. Musim ini, pemain asal Jepang tersebut telah menjelma menjadi nyawa permainan Bhayangkara FC.
Ia mengemas 1 gol dan 3 assist dari 6 penampilan. Ia mencatat rata-rata 2,5 umpan kunci per pertandingan dengan akurasi operan mencapai 82%. Ryo bertanggung jawab atas hampir 40% dari total gol yang diciptakan Bhayangkara FC pada putaran kedua ini.
Tanpa kehadiran Ryo, Bhayangkara FC kehilangan motor serangan yang kerap memecah kebuntuan lewat umpan terobosan dan pergerakan dari lini kedua. Situasi ini semakin sulit karena Allan Cardozo, yang sering menjadi target membantu Ryo, juga harus menepi di laga yang sama.
Laga akhir pekan nanti akan menjadi ujian berat bagi kedalaman skuat The Guardian. Mampukah pemain pelapis menggantikan peran sentral Ryo Matsumura, atau justru absennya sang playmaker akan menjadi celah yang dimanfaatkan dengan mudah oleh Persija Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News