Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. (Foto: Instagram @persija)
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. (Foto: Instagram @persija)

KFA Sanksi STY, Dilarang Melatih 10 Tahun di Korea!

Alfa Mandalika • 24 Juli 2026 15:12
Ringkasnya gini..
  • Shin Tae-yong resmi dijatuhi sanksi larangan melatih selama 10 tahun oleh Korea Football Association (KFA) akibat pelanggaran disiplin saat menangani Ulsan HD.
  • Hukuman tersebut hanya berlaku di wilayah sepak bola Korea Selatan sehingga tidak menghambat posisinya sebagai pelatih Persija Jakarta.
  • Shin menyatakan keberatan atas keputusan tersebut dan mengaku masih memiliki banyak fakta yang ingin disampaikan.
Jakarta: Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, resmi dijatuhi sanksi berat oleh Korea Football Association (KFA) atau Asosiasi Sepak Bola Korea. Hukuman tersebut berupa larangan beraktivitas sebagai pelatih di kompetisi sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun akibat pelanggaran disiplin saat menangani Ulsan HD.
 
Dilansir dari berbagai sumber media Korea selatan, sanksi itu diumumkan setelah KFA menggelar rapat Komite Fair Play pada awal Juli 2026 menyusul keputusan Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan yang lebih dahulu menangani kasus tersebut.
 
Keputusan resmi disampaikan pada Jumat, 24 Juli 2026 waktu setempat. Selain larangan melatih selama 10 tahun, KFA menyebut hukuman disiplin dapat mencakup penangguhan lisensi kepelatihan, larangan mengikuti kompetisi, hingga sanksi terberat berupa pengusiran permanen. Namun, seluruh sanksi tersebut hanya berlaku di lingkungan sepak bola Korea Selatan.
 

Kontroversi Saat Menangani Ulsan HD

 
Sebelum bergabung dengan Persija Jakarta, Shin Tae-yong sempat dipercaya menangani Ulsan HD. Namun, kiprahnya bersama klub Korea Selatan itu hanya berlangsung selama 65 hari sejak resmi ditunjuk pada 5 Agustus 2025.
 
Dalam periode tersebut, performa Ulsan HD tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Dari 10 pertandingan yang dipimpin STY, Ulsan hanya mampu meraih dua kemenangan, sementara empat laga berakhir imbang dan empat lainnya berujung kekalahan.
   
 
Shin Tae-yong menerima hukuman tersebut setelah terseret sejumlah kontroversi ketika menangani Ulsan HD pada musim 2025. Kasus yang mencuat mencakup persoalan hubungan dengan pemain, dugaan tindakan penyerangan, hingga isu aktivitas bermain golf ketika tim sedang menjalani laga tandang.
 
Sebelum dijatuhi hukuman oleh KFA, kasus tersebut lebih dulu diproses oleh Pusat Etika Olahraga Korea Selatan. Hasil investigasi kemudian menjadi dasar bagi Komite Fair Play KFA untuk menentukan bentuk sanksi disiplin terhadap mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
 

Shin Tae-yong Sampaikan Keberatan

 
Menanggapi keputusan tersebut, Shin Tae-yong mengaku memiliki sejumlah keberatan terhadap hukuman yang dijatuhkan kepadanya. Ia menyampaikan tanggapannya melalui percakapan telepon dengan salah satu media Korea Selatan.
 
Menurut Shin, masih banyak fakta yang belum dapat ia ungkapkan kepada publik. Ia memilih menahan diri karena khawatir pernyataannya justru berdampak kepada para mantan pemain yang pernah bekerja sama dengannya.
 
"Ada banyak aspek yang menurut saya tidak adil, dan saya ingin mengungkapkan kebenaran, tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana sepak bola domestik tidak baik," ujar STY.
 
Shin Tae-yong yang telah resmi diperkenalkan sebagai pelatih Persija Jakarta pada 8 Juni 2026 kini tetap fokus menjalankan tugasnya bersama Macan Kemayoran. Meski dibayangi sanksi dari KFA, hukuman tersebut hanya berlaku di Korea Selatan sehingga tidak menghalanginya memimpin persiapan Persija menghadapi Piala Presiden 2026 dan kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan