Ketum PSSI Erick Thohir. (Foto: Instagram resmi Erick Thohir)
Ketum PSSI Erick Thohir. (Foto: Instagram resmi Erick Thohir)

Kongres Biasa PSSI 2026

Erick Thohir Tegaskan Misi PSSI ke Piala Dunia 2030, Sebut Sepak Bola Cerminan Karakter Bangsa

Kautsar Halim • 03 Agustus 2026 18:46
Ringkasnya gini..
  • Erick Thohir menegaskan sepak bola merupakan simbol karakter, kehormatan, dan persatuan bangsa, sekaligus menargetkan Indonesia tampil di pentas dunia pada 2030.
  • PSSI mencatat peningkatan signifikan jumlah wasit, pelatih, serta memperkuat pembinaan usia dini, sepak bola putri, dan futsal.
  • Erick mendorong klub Indonesia lebih berani menghadapi klub-klub internasional dan terus membangun ekosistem sepak bola yang profesional.
Jakarta: Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali menegaskan komitmennya melanjutkan transformasi sepak bola Indonesia. Menurutnya, sepak bola bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga menjadi simbol kehormatan, karakter, dan persatuan bangsa.
 
Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat memberikan sambutan dalam Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026. Ia menilai perubahan yang dilakukan PSSI dalam beberapa tahun terakhir telah mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk federasi sepak bola internasional.
 
"Sepak bola tidak hanya sebuah olahraga saja, tapi menjadi tentu kehormatan kita sebagai bangsa, karakter bangsa, kesatuan kita. Negara-negara lain sangat positif dengan transformasi yang terjadi di Indonesia. Saya yakin AFF, AFC, dan FIFA mengapresiasi kerja keras kita semua," ujar Erick.
 

Transformasi PSSI Mulai Terlihat di Berbagai Sektor


Erick mengapresiasi dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Asprov PSSI, operator liga, klub, hingga pemerintah yang turut mendorong percepatan transformasi sepak bola nasional.

Menurutnya, berbagai kompetisi kini terus bergulir secara berjenjang, mulai dari kelompok usia muda hingga Liga 3 dan Liga 4. Selain itu, penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1 dan Liga 2 menjadi salah satu indikator meningkatnya profesionalisme kompetisi.
 
Tak hanya kompetisi, PSSI juga fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dunia sepak bola. Erick mengungkapkan jumlah wasit nasional kini melonjak dari sekitar 7.000 menjadi 23.000 orang. Sementara jumlah pelatih meningkat dari 12.814 menjadi 18.275 orang.
 
Meski demikian, ia menilai angka tersebut masih belum ideal jika dibandingkan dengan negara-negara maju di Asia seperti Jepang.
 
"Angka ini masih kurang jika dibandingkan dengan negara seperti Jepang. Karena itu, saya mendorong sertifikasi kepelatihan dan perwasitan masuk ke sekolah-sekolah, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan pemerintah daerah," katanya.
 

Pembinaan Usia Dini hingga Liga Putri Terus Diperkuat


PSSI juga terus memperkuat fondasi pembinaan pemain muda melalui Garuda Academy yang kini memasuki tahun kedua. Program tersebut dibarengi pemberian beasiswa bagi talenta muda berprestasi.
 
Saat ini, Indonesia disebut memiliki sekitar 203 ribu talenta pemain serta 1.450 Sekolah Sepak Bola (SSB). Erick menegaskan jumlah tersebut masih akan terus ditingkatkan demi memperluas basis pembinaan nasional.
 
Perhatian serupa juga diberikan kepada sepak bola putri. Erick mengungkapkan Timnas Putri Indonesia sukses meraih gelar juara AFF secara beruntun dan kini menempati peringkat ke-21 dunia.
 
Menurutnya, langkah berikutnya adalah memperkuat kompetisi domestik melalui Liga Putri yang dijadwalkan mulai bergulir pada Oktober 2026 dengan diikuti enam klub.
 
"Ini adalah hal yang nyata. Oktober nanti akan ada liga wanita yang diikuti enam klub, sebagai fondasi ekosistem sepak bola wanita," ujarnya.
 
Di sektor futsal, Indonesia juga menunjukkan perkembangan signifikan setelah menjuarai Piala AFF 2024 dan SEA Games 2025. Saat ini tim futsal Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia.
 

Erick Tantang Klub Indonesia Hadapi Klub Internasional


Selain pembinaan, Erick juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur sepak bola melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO). Ia turut mengapresiasi implementasi club licensing serta pembentukan National Dispute Resolution Chamber (NDRC) untuk melindungi hak-hak pemain.
 
Erick bahkan menantang klub-klub Indonesia agar lebih berani menghadapi tim-tim luar negeri dalam pertandingan internasional.
 
Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi klub-klub asing, tetapi harus mampu menunjukkan daya saing di level global.
 
"Kalau Australia bisa mengundang Chelsea bertanding melawan klub lokal, kenapa klub-klub Indonesia tidak bisa? Kita harus berani melawan takdir," tegasnya.
 

Target Besar Menuju Piala Dunia 2030


Di penghujung sambutannya, Erick kembali mengingatkan target besar sepak bola Indonesia untuk tampil di Piala dunia pada 2030, sejalan dengan arahan Presiden.
 
Ia menilai peningkatan peringkat FIFA Indonesia dari posisi 151 menjadi 118 menunjukkan transformasi yang dilakukan mulai membuahkan hasil. Namun, perjalanan menuju level tertinggi masih membutuhkan kerja bersama dari seluruh elemen sepak bola nasional.
 
"Takdir kita di sini adalah takdir yang harus kita dorong bersama agar sepak bola Indonesia menjadi yang terbaik di Asia Tenggara maupun Asia. Semua program kita kini memiliki tolak ukur (KPI) dan target yang jelas. Ini adalah kerja nyata," tutup Erick Thohir.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan