Dewa United U20 tampil agresif sejak awal pertandingan. Gol cepat Aditya Rachmat Apriansya pada menit ke-2 membawa tuan rumah unggul lebih dulu.
Persija Jakarta U20 kemudian mampu merespons tekanan. Josh Holong Junior mencetak gol pada menit ke-17 untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Memasuki babak kedua, Dewa United U20 kembali mengambil kendali pertandingan. Abu Thalib membawa tuan rumah kembali unggul pada menit ke-48.
Persija U20 berusaha mengejar ketertinggalan hingga penghujung pertandingan. Namun, Dewa United U20 justru mampu menambah keunggulan melalui Nofalio Ardanan pada menit ke-90.
Gol tersebut memastikan kemenangan Dewa United U20 dengan skor 3-1 sekaligus memberikan tiga poin pada pertandingan pertama mereka di EPA ONE U20 2026/27.
Pembukaan EPA ONE 2026/2027
Kompetisi EPA ONE 2026/27 dibuka melalui seremoni yang dihadiri Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra. Rangkaian seremoni pembukaan diisi dengan parade bendera klub peserta EPA ONE 2026/27.Selain itu, terdapat pula seremoni pengembalian trofi EPA Super League 2025/26 dari Persija Jakarta kepada I.League sebelum pertandingan dimulai. Setelah seremoni selesai, pertandingan pembuka antara Dewa United U20 dan Persija U20 dimulai pada pukul 15.00 WIB.
Kemenangan tersebut menjadi awal positif bagi Dewa United U20 dalam perjalanan mereka di EPA ONE musim 2026/27. Sementara itu, Persija U20 harus mengawali kompetisi dengan hasil negatif.
Persis, PSIS, dan Deltras Ikut EPA ONE 2026/2027
EPA ONE 2026/27 juga menghadirkan dinamika baru. Sejumlah klub yang pada level senior berkompetisi di Pegadaian Championship turut ambil bagian dalam kompetisi elite sepak bola usia muda tersebut.Tiga klub yang mendapat kesempatan berkompetisi di EPA ONE 2026/27 adalah Persis Solo, PSIS Semarang, dan Deltras FC.
Keikutsertaan ketiga klub tersebut tidak ditentukan semata-mata berdasarkan level kompetisi tim senior. I.League menggunakan hasil Club Licensing Assessment (CLA) serta pemenuhan persyaratan pengembangan akademi sebagai dasar penilaian.
Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan antara lain pemenuhan syarat verifikasi akademi dalam I.League Youth Development Scheme, penilaian terhadap Youth Development Programme yang telah disubmit klub pada siklus Club Licensing sebelumnya, serta pernyataan kesiapan akademi untuk berkompetisi di EPA ONE.
Dengan sistem tersebut, klub yang memiliki kesiapan dan standar pembinaan akademi dapat memperoleh kesempatan tampil di kompetisi elite youth, terlepas dari level kompetisi tim senior mereka.
Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra mengatakan, sistem tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas kesempatan klub dalam mengembangkan pemain muda.
"EPA ONE kami bangun sebagai kompetisi pengembangan pemain muda. Karena itu, kesempatan untuk tampil di EPA ONE tidak semata-mata ditentukan oleh level kompetisi tim senior klub, tetapi juga melihat kesiapan dan pemenuhan kriteria akademinya. Persis, PSIS, dan Deltras merupakan contoh klub dari Championship yang berdasarkan hasil assessment memenuhi kriteria untuk berkompetisi di EPA ONE," ujar Asep.
Menurut Asep, pendekatan tersebut dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada klub yang memiliki sistem pembinaan akademi untuk mendapatkan pengalaman bertanding di kompetisi dengan level kompetitif yang lebih tinggi.
"Ini menjadi salah satu hal positif dari sistem yang kami jalankan. Klub dari level kompetisi senior yang berbeda tetap memiliki kesempatan untuk berkompetisi di EPA ONE apabila akademinya memenuhi standar yang ditetapkan. Harapannya, semakin banyak klub yang memiliki perhatian terhadap pembinaan usia muda dan terus meningkatkan kualitas akademinya," kata Asep.
22 Klub Ambil Bagian di EPA ONE 2026/2027
EPA ONE 2026/27 diikuti oleh 22 klub yang akan bersaing dalam tiga kelompok usia, yakni U16, U18, dan U20.Klub-klub tersebut adalah:
Arema FC
Bali United FC
Bhayangkara Presisi Lampung FC
Borneo FC Samarinda
Dewa United Banten FC
Garudayaksa FC
Isemulang Kalteng FC
Java United FC
Madura United FC
Persebaya Surabaya
Persib Bandung
Persija Jakarta
Persijap Jepara
Persik Kediri
Persita
PSIM Yogyakarta
PSM Makassar
PSS Sleman
Deltras FC
PSIS Semarang
Persis Solo
Garuda United
Keikutsertaan klub-klub tersebut membuat persaingan EPA ONE 2026/27 diproyeksikan semakin kompetitif. Kompetisi ini sekaligus menjadi salah satu wadah penting bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman pertandingan secara reguler.
EPA ONE Jadi Jalan Menuju Sepak Bola Profesional
Asep Saputra menegaskan bahwa EPA ONE tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan. Kompetisi tersebut dirancang sebagai bagian dari proses pembinaan pemain muda sebelum mereka memasuki level profesional.Menurutnya, pemain muda membutuhkan pertandingan dengan intensitas dan kualitas yang baik agar dapat berkembang secara bertahap.
"Yang paling penting dari EPA ONE adalah bagaimana kompetisi ini bisa menjadi bagian dari perjalanan pemain menuju sepak bola profesional. Mereka membutuhkan pertandingan dengan intensitas dan kualitas yang baik. Karena itu, kami berharap klub tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga menjadikan setiap pertandingan sebagai bagian dari proses pembinaan pemain," ujar Asep.
Kemenangan 3-1 atas Persija U20 membuat Dewa United U20 mengawali EPA ONE U20 2026/27 dengan tiga poin. Sebaliknya, Persija U20 harus segera melakukan evaluasi untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.