Suporter Arema menyalakan flare (AFP/WF Sihardian)
Suporter Arema menyalakan flare (AFP/WF Sihardian)

BRI Liga 1

Arema Kena Denda 50 Juta Akibat Flare

Daviq Umar Al Faruq, Gregorius Gelino • 11 September 2022 14:11
Malang: Arema FC kembali harus menuai sanksi.  Hal ini setelah komisi disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan denda Rp50 juta akibat ulah oknum suporter yang menyalakan flare di Stadion Demang Lehman, Martapura pada 4 September 2022 lalu.
 
“Bahwa pada tanggal 4 September 2022 bertempat di Stadion Demang Lehman, Martapura telah berlangsung pertandingan BRI Liga 1 Tahun 2022/2023 antara PS. Barito Putera melawan Arema FC," seperti yang tertera dalam surat Komdis bernomor 046/L1/SK/KD-PSSl/IX/2022  yang diterima oleh manajemen Arema FC pada 10 September 2022.
 
"Klub Arema FC melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2018 karena terjadi penyalaan 1 (satu) buah flare oleh suporter Arema FC di Tribun Barat dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran kode disiplin,” sambung isi surat tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Merujuk kepada Pasal 70 Ayat 1, Ayat 4 dan Lampiran 1 Nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2018, Klub Arema FC dikenakan sanksi denda sebesar Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).  Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat,” lanjut isi surat tersebut menegaskan.
 
Panpel Arema FC, Abdul Haris menyatakan bahwa sangat menyayangkan adanya pelanggaran tersebut, terutama terjadi saat Arema FC menjalani pertandingan tandang. Sebab, ketika pertandingan tandang sistem pengamanan tentu di luar kendali Panpel Arema FC.
 
“Tentu saja hal ini sangat disayangkan. Ini adalah kali kesekian Arema FC mendapatkan denda akibat flare," ungkap Abdul.
 
"Ini adalah kali kedua setelah sanksi yang didapatkan. Sebelumnya kita mendapatkan sanksi di Bali dengan insiden yang sama," ujarnya.
 
"Kami berharap ini adalah yang terakhir, di pertandingan away kita tidak bisa mengontrol dari sisi sistem pengamanan. Namun sesuai dengan kesepakatan, Aremania bisa saja menerapkan hukum adatnya,” tandas Abdul Haris.
 
(KAH)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif