Bermain di hadapan Aremania, Singo Edan mengincar kemenangan demi memperbaiki posisi di klasemen sementara BRI Super League. Saat ini, Arema FC menempati peringkat kesembilan dengan koleksi lima poin.
Namun, misi meraih tiga poin tidak akan berjalan mudah. Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menilai Bhayangkara FC memiliki karakter permainan cepat dan vertikal yang berpotensi merepotkan lini pertahanan timnya.
Marcos Santos Waspadai Serangan Cepat Bhayangkara FC
Marcos Santos menegaskan bahwa Arema FC harus mampu menjaga keseimbangan permainan saat menghadapi Bhayangkara FC. Menurutnya, kecepatan lawan dalam membangun serangan perlu diantisipasi dengan organisasi permainan yang solid.“Bhayangkara FC adalah tim yang mampu mempercepat permainan dan bermain sangat cepat serta vertikal. Kami harus menjaga keseimbangan. Meski bermain di kandang dan menyadari tanggung jawab yang kami miliki, kami akan berusaha memenangkan pertandingan,” ujar Marcos Santos.
Pelatih asal Brasil tersebut menyadari bahwa bermain di kandang memberikan tanggung jawab tersendiri bagi Arema FC. Dukungan suporter diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Singo Edan untuk mengamankan kemenangan.
Meski demikian, Marcos mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlalu terbuka ketika menyerang. Kehilangan keseimbangan permainan bisa memberikan celah bagi Bhayangkara FC untuk melancarkan serangan balik berbahaya.
“Namun, kami juga harus menjaga keseimbangan agar tidak kehilangan organisasi permainan dan menjadi sasaran serangan balik Bhayangkara,” imbuhnya.
Allano Lima Jadi Ancaman Serius bagi Arema FC
Salah satu pemain Bhayangkara FC yang mendapat perhatian khusus adalah Allano Lima. Pemain asal Brasil tersebut memiliki pengalaman bermain bersama Persija Jakarta sebelum bergabung dengan Bhayangkara FC.Kontribusi Allano pada musim ini juga patut diperhitungkan. Ia telah mencatatkan dua gol dan satu assist, menunjukkan perannya dalam membantu tim membangun serangan sekaligus mencetak gol.
Catatan tersebut menjadi sinyal bagi Arema FC untuk memberikan perhatian ekstra terhadap pergerakan Allano, terutama ketika Bhayangkara FC membangun serangan dengan tempo tinggi.
Performa Allano juga tidak bisa dilepaskan dari pengalamannya bersama Persija Jakarta pada musim lalu. Saat memperkuat Macan Kemayoran, ia membukukan sembilan gol dan sembilan assist dari 29 pertandingan dengan total waktu bermain 2.495 menit. Statistik tersebut memperlihatkan bahwa Allano bukan hanya memiliki kemampuan menyelesaikan peluang, tetapi juga mampu menciptakan kesempatan bagi rekan setimnya.
Peran Allano Lima Berubah di Bhayangkara FC
Marcos Santos turut menyoroti perubahan peran Allano Lima setelah meninggalkan Persija Jakarta. Menurutnya, pemain tersebut kini lebih sering bergerak ke area tengah dibandingkan ketika masih memperkuat Macan Kemayoran.“ Allano menjalankan peran berbeda dibandingkan saat bermain di Persija, yakni lebih banyak bergerak ke tengah. Ketika bermain di Persija, ia lebih sering bermain di sisi lapangan, bersama Sibide, Ocan, dan Ristovski, yang merupakan pemain-pemain penentu,” tutur Marcos.
Perubahan posisi tersebut berpotensi menjadi tantangan tersendiri bagi lini pertahanan Arema FC. Para pemain Singo Edan perlu menjaga koordinasi dan membaca pergerakan Allano agar tidak memberikan ruang bagi pemain berbahaya tersebut untuk menciptakan peluang.
Selain mengantisipasi pergerakan Allano, Arema FC juga perlu menjaga kedisiplinan antarlini untuk meredam kecepatan serangan Bhayangkara FC sepanjang pertandingan.
Gustavo Henrique Dipastikan Absen
Di tengah persiapan menghadapi Bhayangkara FC, Arema FC harus menerima kabar kurang menguntungkan terkait kondisi Gustavo Henrique. Bek tersebut dipastikan belum bisa tampil karena masih menjalani proses pemulihan cedera.Marcos Santos menegaskan bahwa Gustavo belum berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk kembali merumput. Tim pelatih memilih tidak mengambil risiko dan memberikan waktu tambahan agar sang pemain dapat pulih secara optimal.
“Tidak, sama sekali tidak ada peluang. Gustavo sedang menjalani proses transisi dan mulai menunjukkan perkembangan dari cederanya,” kata Marcos Santos.
Ia menjelaskan bahwa kondisi Gustavo mulai menunjukkan perkembangan. Klub juga telah mendatangkan tenaga profesional tambahan untuk membantu proses penanganan cedera yang dialami pemain tersebut.
“Kami berharap kondisinya terus membaik. Klub mendatangkan satu tenaga profesional tambahan untuk membantu menangani cederanya, karena cedera tersebut cukup serius. Harapannya, dia bisa segera siap untuk pertandingan-pertandingan berikutnya,” pungkasnya.
Absennya Gustavo Henrique menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan Arema FC dalam menyusun strategi menghadapi Bhayangkara FC. Tim pelatih harus memastikan lini pertahanan tetap solid untuk menghadapi agresivitas serangan lawan.