Suasana pertandingan Liga 1 Indonesia 2020. (Foto: Antara/Moch Asim)
Suasana pertandingan Liga 1 Indonesia 2020. (Foto: Antara/Moch Asim)

5 Klub yang Menolak Melanjutkan Liga 1 Indonesia

Alfa Mandalika • 15 Juli 2020 18:45
Jakarta: PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah memutuskan akan melanjutkan kompetisi Liga 1 Indonesia 2020. Sesuai jadwal yang dirilis, kompetisi dilanjutkan pada 1 Oktober hingga 28 Februari 2021.
 
Direktur PT LIB, Sudjarno mengungkapkan, tidak ada perubahan format seperti memadatkan jadwal pertandingan yang terhenti lantaran pandemi Covid-19.
 
"Kami rencana memulai kompetisi 1 Oktober ke 28 Februari. Nanti jadwalnya akan kami rilis," kata Sudjarno.

Namun, soal format tuan rumah, Sudjarno mengatakan terdapat perubahan yakni terpusat di Pulau Jawa. Lalu, tidak ada juga degradasi pada musim 2020.
 
"Yang berubah adalah format terkait dengan hombase tim luar Pulau Jawa, nanti akan konsentrasikan di Jawa. Insya Allah di daerah Yogyakarta sekitarnya," sambung Sudjarno.
 
Akan tetapi, tidak semua klub menyetujui melanjutkan kompetisi. Mereka kebanyakan menilai, pandemi Covid-19 yang belum reda membuat potensi tertular menjadi tinggi.
 
Namun, PT LIB mengaku akan melakukan komunikasi dengan PSSI beserta klub yang menolak melanjutkan kompetisi.
 
"Kalau masalah lima tim tersebut, kami sudah menyurat dan kami selalu melakukan komunikasi dengan PSSI. Karena itu hanya urusan menjelaskan saja," kata Direktur Operasional LIB, Sudjarno, Jumat 10 Juli.
 
"Tidak hanya itu saja, nantinya kami akan melakukan pertemuan virtual dengan para perwakilan klub untuk masalah ini, dan nantinya PT LIB dan PSSI akan menjelaskan itu semua," sambung Sudjarno.

Berikut ini 5 klub yang menolak melanjutkan kompetisi Liga 1 2020:

Persebaya Surabaya

Presiden Persebaya, Azrul Ananda menilai, situasi covid-19 yang belum mereda membuat risiko penularan menjadi tinggi.
 
"Keputusan untuk melanjutkan kompetisi di tengah situasi yang serba tidak pasti justru akan menambah risiko dan beban bagi klub. Saat ini, energi pemerintah dan seluruh elemen bangsa fokus pada melawan pandemi Covid-19. Belum ada tanda-tanda pandemi ini kapan akan berakhir," kata Azrul di situs resmi klub.
 
"Terlebih situasi di Surabaya, jumlah pertambahan pasien dan kematian tertinggi di Indonesia. Hal yang sama juga terjadi di kawasan Surabaya Raya (Sidoarjo dan Gresik). Dalam situasi ini, sangat berisiko ada aktivitas sepak bola di semua tingkatan," sambungnya.

Barito Putera

Pemilik Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman menyatakan sikap menolak melanjutkan Liga 1 2020. Dia juga menyoroti padatnya jadwal pertandingan yang akan digelar 1 Oktober - 28 Februari 2021.
 
"Tentang jadwal, kayaknya tiga hari sekali kita harus bertanding ya. Dengan persiapan yang sangat minim ini, apakah itu tidak membuat pemain rawan cedera nantinya," kata Hasnuryadi.
 
"Kemudian juga fisik pemain kan terkuras. Artinya kemungkinan besar daya tahan tubuh akan menurun dengan stamina terkuras tersebut. Apakah itu tidak meningkatkan risiko? (terpapar Covid-19)," sambungnya.

Persik Kediri

Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih menilai melanjutkan kompetisi di tengah pandemi Covid-19 sangat berisiko. Apalagi, belum ada tanda-tanda pandemi akan usai.
 
"Kompetisi di tengah pandemi sangat berisiko. Apalagi pandemi covid-19 di Indonesia belum tampak melandai. Jangankan melandai, titik puncaknya saja belum selesai," ujar Hakim pada 1 Juli 2020.

Persita Tangerang

Persita Tangerang juga termasuk klub yang menolak Liga 1 2020 dilanjutkan. Presiden Persita Ahmed Rully Zulfikar mengatakan, kondisi pandemi yang belum reda menjadi alasan utamanya.
 
"Ya ini masalah kesehatan dan kondisinya sekarang bukan semakin baik, malah makin bertambah," kata Ahmed Rully.
 
"Saya dari awal konsisten, bukannya enggak mau dilanjutkan, ya ini karena terlalu berisiko. Buat saya lebih baik tahun ini berhenti dulu kompetisi," sambungnya.

Persipura Jayapura

Persipura Jayapura juga bersuara terkait rencana PSSI menggulirkan kembali kompetisi Liga 1 pada Oktober 2020. Menurut pihak Persipura, penularan Covid-19 masih tinggi.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan