Menpora Zainudin Amali saat kunjungan ke Papua. (Foto: Dok. medcom.id)
Menpora Zainudin Amali saat kunjungan ke Papua. (Foto: Dok. medcom.id)

Menpora Dukung Penundaan Lanjutan Liga 1 dan Liga 2 Indonesia

Olahraga kemenpora liga 1 indonesia liga 2 indonesia
Kautsar Halim • 29 September 2020 14:33
Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengapresiasi sikap PSSI yang menunda lanjutan Liga 1 dan Liga 2 Indonesa musim 2020. Menurut dia, adanya keputusan itu tak lepas dari kesadaran akan pentingnya keselamatan umum.
 
"Dan saya mohon kepada semua insan sepak bola nasional agar dapat memahami keputusan federasi. Semoga dalam satu bulan ke depan sudah ada tanda-tanda baik sehingga kompetisi dapat diputar kembali," tutur Zainudin dalam konferensi pers daring, Selasa (29/9/2020).
 
Sebelumnya, Ketum PSSI menjelaskan bahwa penundaan kompetisi sepak bola Tanah Air itu dikarenakan masih tingginya penyebaran covid-19 dan tidak mendapat izin keramaian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, PSSI berharap penundaan kompetisi itu hanya berlangsung selama satu bulan. Andai lebih, Iriawan menyebut efeknya bisa tidak baik bagi persepakbolaan nasional.
 
Iriawan juga meminta seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional, termasuk pemain, pelatih, ofisial, klub, suporter hingga elemen lain ekosistem lapangan hijau untuk menerima dengan lapangan dada penundaan kompetisi.
 
"Saya mohon agar tetap semangat, mengikuti dan menghormati apa yang diputuskan pemerintah melalui Polri. Keputusan itu benar-benar mengedepankan alasan kemanusiaan," ujar Iriawan.
 
Sebelumnya, lanjutan Liga 1 Indonesia 202 dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober mendatang hingga 28 Februari 2021. Sedangkan kelanjutan Liga 2 Indonesia akan bergulir pada 17 Oktober sampai 5 Desember 2020. (ANT)
 
(KAH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif