Sepanjang laga, tim tamu kesulitan menembus lini belakang Macan Kemayoran yang digalang oleh Carlos Eduardo di bawah mistar gawang serta empat bek yang bertugas, yaitu Bruno Tubarao, Rizky Ridho, Paulo Ricardo, dan Dony Tri Pamungkas. Catatan statistik menunjukkan Persebaya tak sekalipun sukses melepaskan tembakan ke gawang.
"Saya merasa Ridho dan Paulo bermain dengan sangat baik. Tubarao juga memainkan babak kedua yang lebih baik dari babak pertama. Dony Tri, dia benar-benar di atas rata-rata. Dia adalah pemain yang tidak ada kata-kata lagi untuk memujinya karena dia adalah pemain yang sensasional,” ujar Mauricio.
Baca Juga :
Persija Menang Telak di Super Match Lawan Persebaya, Mauricio Ungkap Kunci Sukses Dominasi di GBK
Pertahanan Persija tidak bertumpu pada lini belakang semata. Seluruh lini, termasuk tengah dan depan, memiliki peran besar dalam menjaga kekuatan bertahan tim. Dua gelandang Persija, Fabio Calonego dan Van Basty Souza dinilai Mauricio tampil stabil dalam menjaga soliditas pertahanan.
“Tanpa diragukan lagi bahwa Fabio dan Souza juga melindungi sektor pertahanan dengan baik. Hal itu membawa kepercayaan diri bagi tim. Saya selalu mengatakan bahwa tim yang bagus adalah tim yang seimbang, tim yang menyerang dengan baik dan bertahan dengan baik. Hari ini kami menyerang dengan baik serta bertahan dengan baik, ucapnya.
Bahkan, Eksel Runtukahu yang notabene sebagai seorang striker, diapresiasi oleh Mauricio. “Para penyerang perlu membantu pertahanan. Eksel pun membantu dalam hal ini karena dia memberi semangat kepada tim dengan menekan sepanjang waktu. Dia menekan bek tengah, dan dari sanalah kami mulai bertahan dari lini serang,” kata Mauricio lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News