PSM dijadwalkan bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu, 7 November, sore. Pertandingan pekan kesembilan Super League 2026/2027 tersebut menjadi kesempatan bagi Pasukan Ramang untuk memperbaiki posisi sekaligus membuktikan perkembangan tim.
Darije Kalezic menyadari bahwa mengembalikan PSM ke performa terbaik bukan perkara mudah. Dibutuhkan proses panjang, kerja keras, serta konsistensi dari seluruh elemen tim agar Juku Eja kembali mampu bersaing di papan atas.
Karena itu, pelatih asal Swiss tersebut tidak ingin terburu-buru. Ia memilih memusatkan perhatian pada pertandingan terdekat melawan Borneo FC sebelum melangkah ke target berikutnya.
“Kami menyibukkan dengan pertandingan yang paling dekat melawan Borneo FC. Kami harus menjalani proses dalam klub ini, proses yang sulit bagaimana mengembalikan PSM lagi ke tempat seharusnya PSM berada. Ini membutuhkan pekerjaan yang tidak mudah seperti PSM pada musim-musim lalu,” ujarnya.
PSM Butuh Proses untuk Bangkit
Pernyataan Darije menunjukkan bahwa pembenahan PSM Makassar tidak bisa dilakukan secara instan. Evaluasi dan peningkatan kualitas permainan harus berjalan secara berkelanjutan agar tim kembali menemukan konsistensi. Fokus pada setiap pertandingan menjadi salah satu langkah yang ingin diterapkan Kalezic. Dengan menjalani proses secara bertahap, PSM diharapkan mampu memperbaiki kelemahan sekaligus meningkatkan daya saing menghadapi ketatnya persaingan BRI Super League musim ini.Laga kontra Borneo FC pun menjadi ujian penting bagi perkembangan Juku Eja. Terlebih, Pesut Etam memiliki kekuatan yang cukup kompetitif dan akan tampil di hadapan pendukung sendiri.
PSM dan Borneo FC Punya Poin yang Sama
Pertandingan di Stadion Segiri diprediksi berlangsung menarik karena kedua tim memiliki perolehan poin yang sama di klasemen sementara Super League 2026/2027.PSM saat ini menempati peringkat kesembilan dengan koleksi sembilan poin dari delapan pertandingan. Juku Eja mencatatkan dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Sementara itu, Borneo FC berada satu tingkat di atas PSM dengan jumlah poin yang sama. Keunggulan Pesut Etam terletak pada selisih gol yang lebih baik, yakni minus dua, sedangkan PSM Makassar memiliki selisih gol minus empat.
Kondisi tersebut membuat duel kedua tim semakin penting. Tambahan tiga poin bukan hanya berpeluang memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga bisa menjadi momentum kebangkitan bagi PSM.