Suasana laga Persebaya vs Dewa United. (Foto: Instagram resmi Persebaya)
Suasana laga Persebaya vs Dewa United. (Foto: Instagram resmi Persebaya)

BRI Super League 2025/2026

Persebaya Gagal Manfaatkan Kartu Merah Dewa United, Tavares: Kecepatan Pemain seperti Tukang Pos!

Kautsar Halim • 02 Februari 2026 12:09
Ringkasnya gini..
  • Persebaya ditahan imbang 1-1 oleh 10 pemain Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo. Meskipun unggul jumlah pemain setelah kartu merah lawan, Bajul Ijo gagal memanfaatkan kesempatan untuk merestorasi keunggulan.
  • Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menyoroti lambatnya aliran bola dan kecepatan pemain, menyindir mereka “berlari seperti tukang pos,” menegaskan bahwa tim perlu bermain lebih cerdas dan cepat.
  • Hasil imbang membuat Persebaya berada di posisi lima klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Tim tetap melanjutkan tren tak terkalahkan 12 laga beruntun, dan pekan depan akan bertandang menghadapi Bali United.
Surabaya: Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, kurang senang dengan hasil imbang 1-1 timnya saat menjamu Dewa United pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu 1 Februari malam WIB. Menurutnya, para pemain Bajul Ijo mesti berjuang lebih keras lagi agar tampil lebih baik dan meraih hasil positif, khususnya ketika tampil di kandang sendiri.
 
"Kami hanya meraih satu poin dan kehilangan dua poin di rumah. Ini artinya kami harus bekerja lebih keras lagi," kata Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan seperti dilansir Antara.
 

Gagal Manfaatkan Keuntungan Jumlah Pemain


Sejatinya, Persebaya mampu membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Francisco Rivera pada menit ke-23. Tapi, Dewa United bisa mencetak gol balasan lewat Kafiatur Rizky yang membuat kedudukan imbang 1-1 pada menit-30.
 
Berselang tujuh menit kemudian, Persebaya mendapat keuntungan jumlah pemain karena bek Dewa United Nick Kuipers dihukum wasit dengan kartu merah. Namun, keuntungan tersebut gagal dimanfaatkan Persebaya untuk merestorasi keunggulan sampai peluit panjang berbunyi.

Menurut Tavares, Persebaya gagal memanfaatkan keuntungan tersebut karena para pemainnya tampil terlalu lambat dalam mengalirkan bola. Kelemahan itu dinilainya memudahkan lini belakangan Dewa United untuk menggagalkan berbagai skema serangan Bajul Ijo.
 
"Meski unggul jumlah pemain, kami tidak cukup pintar memindahkan bola dengan cepat. Sekarang kita bisa mengirim email lebih cepat, tetapi pemain justru berlari membawa bola seperti tukang pos," ujar Taveres.
 

Penyesalan Kapten Bruno Moreira


Sementara itu, kapten Persebaya Bruno Moreira turut mengakui hasil imbang dengan Dewa United tidak sesuai harapan tim dan pendukung. "Ini bukan hasil terbaik. Kami bermain di kandang dan mengharapkan tiga poin. Jadi, kami harus menemukan cara yang lebih baik untuk mencetak gol," ujar Bruno.
 
Selanjutnya, pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026, Persebaya akan bertandang menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Terkait itu, Bruno Moreira hanya bisa mendoakan rekan-rekan setimnya mendapat hasil terbaik karena dia harus absen gegara akumulasi kartu kuning. 
 
"Saya mendoakan yang terbaik bagi rekan-rekan untuk mendapatkan tiga poin kembali," pungkasnya.
 
Hasil imbang dengan Dewa United membuat Persebaya berada di urutan lima klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 32 poin. Meski gagal mendapat tambahan tiga poin, Persebaya masih terus memperpanjang tren positif tak terkalahkannya menjadi 12 laga secara beruntun (7 seri, 5 menang).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan