Malut United datang dengan ambisi besar untuk kembali ke jalur kemenangan. Pelatih Hendri Susilo menegaskan timnya tak akan menganggap enteng lawan, meski PSBS saat ini terpuruk di dasar klasemen.
“Kami ingin tetap bersaing di papan atas. Saya minta pemain tidak meremehkan pertandingan ini dan fokus meraih hasil maksimal,” ujar Hendri seperti dilansir Antara dari situs resmi I.League.
Ia bahkan menegaskan kesiapan timnya untuk tampil total demi mengamankan tiga poin penting. “Kami akan mengerahkan 200 persen kekuatan untuk memenangkan pertandingan ini,” tegas Hendri.
Tren Buruk Bayangi Kedua Tim
PSBS sebagai tuan rumah sedang dalam kondisi mengkhawatirkan. Tim berjuluk Badai Pasifik itu menelan tujuh kekalahan beruntun dan belum meraih kemenangan dalam 12 laga terakhir.
Rapuhnya lini belakang menjadi masalah utama. Hingga pekan ke-30, PSBS sudah kebobolan 67 gol atau yang terbanyak ketimbang tim lain di kompetisi musim ini.
Namun, Malut United juga tidak sepenuhnya aman. Laskar Kie Raha tengah mengalami penurunan performa setelah gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Bahkan dari 11 laga terakhir, mereka hanya mampu mencatat dua kemenangan.
Situasi ini membuat laga diprediksi berjalan ketat dan sulit ditebak.
PSBS Uji Kekuatan Pemain Lokal
Di sisi lain, pelatih PSBS Marian Mihail tetap waspada terhadap kekuatan Malut United, terutama lini serang yang telah mencetak 54 gol musim ini.
“Malut United adalah tim yang sangat bagus dan bisa mengalahkan siapa saja. Tapi dalam beberapa laga terakhir mereka juga tidak mendapatkan hasil yang baik,” kata Mihail.
PSBS juga menghadapi keterbatasan dalam komposisi pemain. Pada laga ini, mereka hanya bisa menurunkan tiga pemain asing, sehingga memberi ruang lebih besar bagi pemain lokal untuk membuktikan kualitasnya.
“Ini akan jadi ujian penting sekaligus evaluasi bagi pemain lokal untuk musim depan,” ujarnya.
Momentum Kebangkitan
Saat ini, Malut United menempati posisi kelima klasemen sementara dengan 46 poin dan masih berpeluang menembus empat besar. Sementara itu, PSBS terpuruk di dasar klasemen dengan 18 poin.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi titik balik yang dinanti kedua tim untuk mengakhiri tren negatif.
Dengan tekanan besar di kedua kubu, PSBS vs Malut United dipastikan berlangsung sengit, penuh determinasi, dan sarat gengsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News