Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Foto: Dok/Metro TV
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Foto: Dok/Metro TV

Momen NasDem Mengheningkan Cipta untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Patrick Pinaria • 04 Oktober 2022 11:44
Jakarta: Peristiwa memilukan terjadi dalam laga antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada pekan ke-11 Liga 1 Indonesia 2022/2023, Sabtu, 1 Oktober 2022, malam hari WIB. Keributan massal terjadi selepas pertandingan tersebut sehingga mengakibatkan ratusan jiwa meninggal dunia.
 
Peristiwa nahas itu lantas mendapat perhatian dari berbagai kalangan publik Tanah Air. Salah satunya dari Partai NasDem. 
 
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pun mengajak seluruh anggotanya mengheningkan cipta untuk memberi penghormatan atas tragedi di Stadion Kanjuruhan itu. Penghormatan itu dilaksanakan jelang acara pengumuman calon presiden (capres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di NasDem Tower, Senin, 3 Oktober 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
@syahrialtasri Hening Cipat Partai NasDem Atas Suadara Kita Pada Tragedi Kanjuruan Malang. #kanjuruan #liga1 #Malang #arema #PartaiNasDem #fyp #PSSI #FIFA #Sepakbola #aniesbaswedan #pilpres2024 ? Gugur Bunga - Jaya Suprana

"Saudara-saudara semuanya, saya ingin mengajak saudara-saudara untuk berdiri sesaat guna mengheningkan cipta atas tragedi yang terjadi terhadap saudara-saudara kita di Stadion Kanjuruhan Malang," ujar Surya Paloh.
 
Pada kesempatan itu, Surya Paloh juga menyampaikan belasungkawanya terhadap keluarga korban. Ia berdoa semoga arwah korban yang meninggal bisa mendapat tempat layak di sisi Tuhan.  
 
Baca: 125 Jasad Korban Tragedi Kanjuruhan Dipastikan Telah Kembali ke Keluarga

Kronologi Tragedi Kanjuruhan


Insiden bermula saat ribuan suporter Aremania merangsek masuk ke area lapangan untuk meluapkan kekecewaan atas kekalahan tim kesayangannya dengan skor 2-3 dari Persebaya. Di sisi lain, pemain Persebaya langsung meninggalkan area stadion Kanjuruhan menggunakan empat mobil Polri berjenis Barracuda.
 
Ricuh suporter makin membesar ketika sejumlah flare dilemparkan, termasuk benda-benda lain. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI yang berusaha menghalau kalah jumlah hingga akhirnya menembakkan gas air mata, termasuk ke arah tribune.
 
Tembakan gas air mata membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas. Setelah itu, para pendukung yang panik makin berdesakan keluar gerbang stadion tanpa memikirkan keselamatan yang lain dan jumlah tenaga medis yang disiagakan juga kalah banyak dengan korban di Stadion Kanjuruhan.
 
Kericuhan ini menimbulkan ratusan korban. Menurut Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, 448 korban ditemukan dalam tragedi tersebut. Sebanyak 125 orang di antaranya meninggal dunia.
 
(PAT)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif