Van Gastel sebenarnya tidak khawatir dengan kondisi fisik pemain PSIM. Mereka semua bugar dan dalam kondisi baik karena sepanjang musim ini telah bekerja sangat keras.
Satu-satunya hal yang menjadi perhatian van Gastel adalah PSIM menelan terlalu banyak kekalahan. Sehingga ia tidak puas dengan hasil yang didapat PSIM karena pelatih asal Belanda itu merasa PSIM bisa jauh lebih baik.
“Pada pertandingan-pertandingan putaran kedua, kami sebenarnya sudah sangat dekat dengan kemenangan, tapi hasilnya selalu menjadi negatif. Padahal kami sering berada di posisi unggul lebih dulu,” dia menambahkan.
Baca juga: Ze Valente Bidik Kemenangan Lawan Persija, PSIM Berjuang Hentikan Paceklik
Di sisi lain, pemindahan laga kandang PSIM kali ini dari Stadion Sultan Agung, Bantul ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar juga mendatangkan kekecewaan untuk pemain PSIM. Van Gastel selaku nakhoda PSIM bahkan secara terbuka menyayangkan keputusan tersebut karena timnya gagal tampil di depan suporter sendiri.“Mengecewakan pertandingan ini tidak bisa digelar di Yogyakarta. Ini sebenarnya adalah momen yang sudah lama ditunggu untuk melawan tim besar seperti Persija,” ujar pelatih asal Belanda itu lagi.
Dia menyebutkan bahwa atmosfer laga kandang dengan dukungan suporter mestinya menjadi tambahan semangat dan motivasi tersendiri. Tapi semua itu harus buyar karena lokasi pertandingan dipindahkan.
Baca juga: Hasil dan Klasemen BRI Super League Pekan 28: Persib Masih di Puncak, Persija dan Borneo Terus Mengintai
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News