Hokky Caraka. (Foto: Dok. ileague.id)
Hokky Caraka. (Foto: Dok. ileague.id)

Hokky Caraka Mode Kiper Aktif! Meski Persita Kalah, Aksi 'Tukang Gedor' Jadi 'Tukang Tangkap' Ini Patut Diapresiasi

Alfa Mandalika • 24 Februari 2026 11:00
Ringkasnya gini..
  • Persita Tangerang membawa kisah pelik di pekan ke-22 BRI Super League 2025/26 dalam lawatannya ke Bandung. Tim asuhan Carlos Pena dibekuk juara bertahan Persib Bandung dengan skor 0-1 lewat gol Andrew Jung, Minggu (22/2) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
  • Persita memberikan perlawanan kepada Persib dengan karakter luar biasa. Tak kenal lelah, tanpa rasa takut bermain di hadapan pendukung tuan rumah Bobotoh. Bahkan sampai penyerang Hokky Caraka perlu menjadi kiper dadakan atas situasi mendesak.
  • Semua berawal dari keinginan penjaga gawang Igor Rodrigues yang berani maju ke depan membantu penyerangan Persita demi mencari gol penyama. Kurang beruntung bagi sang kiper saat ia maju, serangan balik dilancarkan Persib, Igor harus melanggar Beckham putra dan berbuah kartu merah.
Bandung: Persita Tangerang membawa kisah pelik di pekan ke-22 BRI Super League 2025/26 dalam lawatannya ke Bandung. Tim asuhan Carlos Pena dibekuk juara bertahan Persib Bandung dengan skor 0-1 lewat gol Andrew Jung, Minggu (22/2) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). 
 
Persita memberikan perlawanan kepada Persib dengan karakter luar biasa. Tak kenal lelah, tanpa rasa takut bermain di hadapan pendukung tuan rumah Bobotoh. Bahkan sampai penyerang Hokky Caraka perlu menjadi kiper dadakan atas situasi mendesak. 
 
Semua berawal dari keinginan penjaga gawang Igor Rodrigues yang berani maju ke depan membantu penyerangan Persita demi mencari gol penyama. Kurang beruntung bagi sang kiper saat ia maju, serangan balik dilancarkan Persib, Igor harus melanggar Beckham putra dan berbuah kartu merah. 
Hokky Caraka dikorbankan menjadi kiper dadakan karena Pena tak bisa mengganti pemainnya lagi. Pelatih asal Spanyol ini ungkap mengapa ia menjadikan Hokky Caraka sebagai kiper dadakan. 

“Alasannya karena Hokky sempat merasa kram dan tidak bisa banyak berlari. Dia menyelesaikan pertandingan dengan rasa kram, jadi kami menempatkannya sebagai penjaga gawang,” ungkap Pena. 
 
Pelatih 42 tahun itu menyayangkan timnya tak bisa membawa pulang poin dari Bandung, walau sebetulnya ia merasa Persita pantas mendapatkannya. Tak banyak tim yang datang ke Bandung dengan karakter yang diperlihatkan Pendekar Cisadane. 
 
“Sayangnya kami tidak bisa bawa pulang poin dari sini, setidaknya satu poin, menurut saya para pemain dan tim saya pantas mendapatkannya. Kami datang ke sini bermain dengan kepribadian dan karakter,” sesal Pena. 
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan