Deputi CEO Persib, Adhitia Putra Herawan, mengecam keras hinaan bernada rasisme terhadap Kakang dan Tata. Menurutnya, pemain muda harus mendapat bimbingan dan dukungan, bukan hinaan apalagi bernada rasisme.
"Sepakbola selalu menjadi ruang yang mempertemukan banyak perbedaan. Di dalamnya ada keberagaman latar belakang, budaya, bahasa, dan identitas yang justru membuat olahraga ini hidup dan dicintai oleh jutaan orang. Karena itu, tidak ada ruang sedikit pun bagi praktik rasisme di dalam sepakbola," bunyi pernyataan Adhitia di laman resmi klub.
"Kami menaruh perhatian serius terhadap serangan bernuansa rasisme yang diarahkan kepada dua pemain muda Indonesia, Mikael Alfredo Tata dan Kakang Rudianto, melalui media sosial setelah pertandingan antara Persebaya dan Persib pada 2 Maret lalu di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya," lanjut pernyataan Adhitia.
"Sepakbola seharusnya menjadi ruang untuk saling menghargai, bukan tempat untuk menyebarkan kebencian. Kritik terhadap permainan adalah bagian dari dinamika olahraga, namun serangan yang menyentuh identitas ras atau latar belakang seseorang jelas melampaui batas yang dapat diterima," sambung pernyataan Adhitia.
Baca juga: Semen Padang Tunjuk Imran Nahumarury jadi Pelatih Baru
"Kami ingin menegaskan bahwa Persib berdiri bersama Kakang Rudianto dan juga memberikan dukungan moral kepada Mikael Alfredo Tata. Kedua pemain tersebut adalah bagian dari generasi muda sepakbola Indonesia yang sedang berkembang dan mereka berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, aman, serta penuh respek untuk terus bertumbuh," imbuh pernyataan Adhitia.Persib yakin mayoritas Bobotoh dan Bonek memiliki semangat yang sama, yaitu mencintai sepakbola dengan cara yang bermartabat. Karena itu Adhitia mengajak semua pihak untuk tidak terpancing oleh tindakan segelintir oknum yang justru dapat merusak nilai persaudaraan antar pecinta sepakbola.
Adhitia juga memastikan Persib berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang menolak segala bentuk diskriminasi di sepakbola. Ia berharap momentum ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sepakbola Indonesia hanya bisa tumbuh jika dibangun di atas rasa saling menghormati.
"Kepada Kakang dan Tata, kalian tidak sendirian. Sepakbola yang sehat adalah sepakbola yang melindungi para pemainnya, dan kami akan selalu berdiri di sisi itu," tutup pernyataan Adhitia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News