Persebaya sempat berada dalam posisi unggul setelah Yann Mabella mencetak gol untuk Bajul Ijo. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
Bhayangkara Presisi Lampung FC mampu menyamakan kedudukan melalui Allano pada babak kedua. Persebaya sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol kedua, tetapi kesempatan tersebut tidak mampu dimaksimalkan.
Situasi itu menjadi perhatian pelatih Persebaya, Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal tersebut menilai timnya seharusnya mampu menjaga keunggulan sekaligus mempertahankan gawang agar tidak kebobolan.
"Di sisi lain, kami ingin menang tapi sayangnya tidak bisa. Kami sedikit frustrasi karena ketika kami sudah unggul duluan, kami harusnya bisa menjaga clean sheet. Kami perlu meningkatkan aspek ini," ujar Tavares, dikutip dari laman resmi I-League seusai pertandingan.
Clean sheet merupakan istilah dalam sepak bola yang digunakan ketika sebuah tim mampu menyelesaikan pertandingan tanpa kebobolan.
Tavares Soroti Kegagalan Persebaya Cetak Gol Kedua
Selain persoalan pertahanan, Tavares juga menyoroti kegagalan Persebaya memanfaatkan peluang untuk menggandakan keunggulan.
Menurutnya, Persebaya memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol kedua. Namun, timnya dinilai terlalu cepat kehilangan momentum sehingga Bhayangkara FC akhirnya mampu menyamakan kedudukan.
"Ada situasi di mana kami bisa mencetak gol kedua, tapi terkadang kami menyerah terlalu dini. Sepak bola kali ini menunjukkan bahwa kami harus terus berjuang untuk mencari gol kedua sebelum lawan menyamakan kedudukan," imbuhnya.
Gol penyama kedudukan Bhayangkara menjadi semakin penting karena Allano mampu memberikan dampak setelah masuk dari bangku cadangan. Mantan pemain Persija Jakarta tersebut tidak hanya mencetak gol, tetapi juga merepotkan lini pertahanan Persebaya.
Tavares mengakui kualitas yang ditunjukkan Allano. Meski demikian, ia menegaskan lebih memilih fokus mengevaluasi pemainnya sendiri dibandingkan memberikan penilaian terhadap individu pemain lawan.
"Saya lebih fokus pada tim saya dan pemain saya sendiri. Menurut saya kurang adil jika saya mengomentari performa individu pemain lawan," kata Tavares.
"Saya hanya bicara soal Allano karena bisa lihat dia membuat perbedaan, bukan hanya dari golnya, tapi bagaimana dia bermain di belakang lini tengah kami, bermain di ruang kosong, dia menciptakan banyak situasi," sambungnya.
Kedalaman Skuad Bhayangkara Jadi Sorotan Tavares
Tavares juga menilai keberadaan pemain dengan kualitas seperti Allano di bangku cadangan menjadi gambaran kedalaman skuad yang dimiliki Bhayangkara Presisi Lampung FC.
"Padahal dia punya statistik bagus musim lalu, itu artinya mereka punya kedalaman skuad yang baik," pungkas pelatih yang mengantongi lisensi UEFA Pro tersebut.
UEFA Pro merupakan lisensi kepelatihan sepak bola tingkat tertinggi yang dikeluarkan UEFA (Union of European Football Associations) atau Uni Sepak Bola Eropa.
Hasil imbang tersebut membuat Persebaya mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan raihan satu poin. Bajul Ijo sementara menempati posisi ke-11 klasemen.
Meski gagal meraih kemenangan pada laga perdana, kompetisi masih panjang bagi Persebaya. Tavares dan timnya kini memiliki kesempatan untuk melakukan evaluasi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
Persebaya dijadwalkan menjamu PSIM Yogyakarta pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu, 13 September 2026 malam.
(Muhammad Zaidan Rizky)