La Nyalla Mattalitti (AFP/Adek Berry)
La Nyalla Mattalitti (AFP/Adek Berry)

Bursa Ketum PSSI

Pengamat: La Nyalla Mattalitti dan Erick Thohir Jadi Kandidat Terkuat Caketum PSSI

Gregorius Gelino • 20 Januari 2023 17:35
Jakarta: Bursa Ketum PSSI sudah dimulai. Lima nama telah mendaftarkan diri menjadi orang nomor satu induk sepak bola Indonesia itu.
 
Tapi menurut pengamat sepak bola Tommy Welly, bursa Ketum PSSI akan mengerucut ke dua nama. Pria yang akrab disapa Bung Towel ini menilai nama La Nyalla Mattalitti dan Erick Thohir bakal menjadi kandidat terkuat sebagai Ketum PSSI.
 
"Menurut saya perebutan kursi ketua umum mengerucut di dua sosok itu (La Nyalla Mattalitti dan Erick Thohir). Tanpa meremehkan tiga sosok yang lain, tapi akan mengerucut ke dua sosok itu," ujar Towel dalam live Instagram Medcom Hari Ini edisi Jumat (20/1).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Towel juga merasa La Nyalla memiliki posisi lebih kuat ketimbang Erick untuk menjadi Ketum PSSI. Pengalaman La Nyalla mengelola sepak bola dalam negeri dinilai lebih berharga ketimbang Erick yang sempat mengelola klub besar Italia, Inter Milan, maupun koneksi internasionalnya.
 
"Kalau mengelola, dalam hal ini PSSI, pak La Nyalla lebih punya pengalaman dari pada Erick Thohir. Bahwa Erick Thohir punya jaringan internasional, pernah terlibat di Inter Milan, tapi kondisi persepak bolaan dalam negeri dan Eropa tentu berbeda," jelas Towel.
 
"Kemapanan sepak bola Eropa tentu berbeda dengan ketidakstabilan sepak bola dalam negeri. Maksudnya, itu semua jadi plus minus bagi kedua sosok, hanya kalau mau relate dengan kondisi sepak bola Indonesia yang sesungguhnya, La Nyalla pernah langsung terlibat," bebernya.
 
Towel juga merasa La Nyalla punya posisi lebih kuat karena sempat terpilih sebagai Ketum PSSI pada 2015 lalu meski belum pernah menjabat karena pada tahun yang sama pemerintah memilih membekukan PSSI.
 
"Pada 2015 setelah kongres di Surabaya, La Nyalla terpilih sebagai ketum PSSI, tapi pada hari yang sama dibekukan oleh pemerintah lewat Kemenpora. Jadi di waktu ia menjadi ketua umum, ia tak pernah melaksanakan tugasnya," paparnya.
 
(KAH)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif