Presiden Klub Persik Abdul Hakim Bafagih. (ANTARA Jatim/ dokumen)
Presiden Klub Persik Abdul Hakim Bafagih. (ANTARA Jatim/ dokumen)

Persik Kediri Tetap Keberatan dengan Kelanjutan Liga 1

Olahraga liga 1 indonesia
Antara • 01 Juli 2020 20:56
Kediri: Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih, menilai bahwa kompetisi di tengah pandemi covid-19 sangat berisiko. Terlebih lagi, katanya, saat ini belum ada tanda-tanda pandemi akan berakhir.
 
"Kompetisi di tengah pandemi sangat berisiko. Apalagi pandemi covid-19 di Indonesia belum tampak melandai. Jangankan melandai, titik puncaknya saja belum selesai," ujar Hakim di Kediri, Jawa Timur, Rabu (1/7/2020).
 
Ia mengatakan, Persik Kediri sudah menerima secara resmi surat keputusan (SK) PSSI tentang kelanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia 2020. Menyikapi Surat Edaran Nomor SKEP/53/VI/2020 itu, dirinya sangat menghargai keputusan federasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berusaha menerima keputusan PSSI. Kan, PSSI sudah punya pertimbangan yang cukup menurut mereka," kata Hakim.
 
Namun, sikap manajemen Persik terkait kompetisi tahun ini dikatakannya tidak pernah berubah, yakni ingin liga disetop dan diganti dengan turnamen. Menurutnya, pelaksanaan kompetisi di masa pandemi juga perlu menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
 
Hakim tetap mengapresiasi upaya PSSI dalam merumuskan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. Begitu juga dengan rencana PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan menanggung biaya rapid test dan pencegahan covid-19 selama kompetisi berlangsung.
 
Sementara itu dalam SK yang diterbitkan 27 Juni 2020, PSSI sempat menerangkan tentang renegosiasi kontrak pemain. Menurut Hakim, Persik akan menyesuaikan negosiasi sesuai dengan SK.
 
"Meski menjadi masalah yang sensitif, semua stakeholder industri sepak bola wajib mengikuti keputusan tersebut," ujar Hakim.
 
Hakim juga masih mempertanyakan tentang kejelasan hak komersial klub dari bulan April hingga kini, serta penyesuaian jumlahnya belum ada. Padahal, SK tersebut sudah terbit.
 
Hakim mengungkapkan, semua klub juga bisa mengalami kesulitan finansial saat kompetisi berjalan di tengah pandemi. Terlebih lagi, pertandingan setiap pekannya tidak dihadiri suporter di stadion.
 
Menurut dia, tidak ada pihak yang diuntungkan apabila kompetisi dilanjutkan. Namun itu tetap perlu dilakukan untuk menyiasati dan meminimalisir kerugian-kerugian yang dialami.
 
"Seperti yang pernah kami usulkan, hak komersial klub idealnya adalah sebesar Rp1,2 sampai Rp1,5 miliar setiap bulan," kata Hakim yang juga anggota DPR RI tersebut.
 
Ia berharap, pandemi covid-19 bisa reda secepatnya dan Indonesia segera pulih. Dengan begitu, Liga 1 bisa mendapatkan jalan terbaik sebagai olahraga, industri, sekaligus hiburan bagi masyarakat.
 
"Kami semua berharap liga berjalan dengan baik," tutup Hakim berharap. (ANT)

 

(KAH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif