Skuat berjuluk Juku Eja tersebut bertekad mengamankan poin penuh demi menjaga marwah markas mereka yang belum kembali mencicipi kemenangan dalam kurun waktu lima bulan terakhir.
"Kita semua sama-sama tahu bahwa kita sudah lama sekali belum menang lagi di BJ Habibie. Terakhir kita menang di sini itu di November lawan PSBS Biak," ujar asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, saat memberikan keterangan dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan.
Amiruddin mengakui bahwa menghadapi Persis Solo bukan perkara mudah mengingat tim tamu datang dengan modal positif usai menumbangkan Bali United pada laga sebelumnya. Tingginya kepercayaan diri Laskar Sambernyawa menjadi alarm bagi lini pertahanan PSM untuk tetap waspada sepanjang laga.
Baca juga: Modal Kerja Keras, Savio Yakin PSM Tekuk Persis
Meski bermain di bawah tekanan suporter sendiri, tim pelatih menginstruksikan para penggawa Juku Eja untuk tetap tenang. Amiruddin menekankan pentingnya aspek psikologis agar para pemain tidak terbebani oleh catatan buruk di laga-laga kandang sebelumnya."Saya sudah sampaikan ke pemain bahwa bermain dengan enjoy tapi penuh tanggung jawab," tegasnya.
Evaluasi menyeluruh pun telah dilakukan, terutama menyangkut ketahanan mental yang sering kali menjadi titik lemah saat tim bermain di depan publik sendiri. Kondisi internal PSM juga menjadi sorotan setelah pelatih kepala, Tomas Trucha, dipastikan absen mendampingi tim di pinggir lapangan.
"Untuk masalah pelatih, pastinya kami masih menjalin komunikasi dengan Coach Trucha karena sampai hari ini statusnya masih sebagai head coach PSM Makassar," jelas Amiruddin.
Absennya Trucha menuntut staf pelatih untuk bekerja lebih ekstra dalam menjaga ritme permainan. Amiruddin mengklaim bahwa secara keseluruhan, performa mentalitas pemain menunjukkan progres yang positif dari hari ke hari selama sesi latihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News