Sejak bergabung dalam latihan di Persija Training Ground, Kolinger mulai menyatu dengan ritme permainan, tuntutan fisik, serta suasana tim di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong. Meski baru menjalani beberapa sesi bersama rekan-rekan barunya, bek berusia 32 tahun itu merasa semakin nyaman.
Kesan positif tersebut menjadi modal penting bagi Kolinger untuk mempersiapkan diri sebelum kompetisi dimulai. Terlebih, Persija tengah membangun fondasi permainan dan kondisi fisik agar mampu menjalani musim panjang dengan konsisten.
Intensitas Latihan Persija Mulai Meningkat
Kolinger mengungkapkan bahwa program latihan Persija berlangsung terstruktur. Intensitas latihan pada awal persiapan memang belum terlalu tinggi, tetapi beban yang diberikan kepada pemain mulai meningkat secara bertahap.
Menurutnya, pola tersebut penting agar seluruh pemain dapat mencapai kondisi ideal tanpa harus memaksakan tubuh dalam waktu singkat.
“Latihan berjalan sangat baik setiap hari. Sekarang kami sudah memiliki rutinitas harian. Kami memulainya dengan intensitas yang lebih ringan dan saya rasa setiap hari akan semakin berat. Saya berharap kami siap menyambut awal musim,” ujar Denis seperti dikutip dari situs resmi I.League.
Bagi pemain berpostur 199 sentimeter itu, peningkatan intensitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan pramusim. Ia menilai kerja keras dalam latihan akan membantu tim membangun kekuatan fisik, kekompakan, dan pemahaman taktik sebelum pertandingan resmi dimulai.
Persiapan yang matang juga dinilai menjadi bekal berharga untuk menghadapi padatnya kompetisi sepanjang musim 2026/2027. Kolinger ingin setiap sesi latihan dimanfaatkan untuk mengenal karakter permainan rekan setim sekaligus memahami tuntutan dari tim pelatih.
Cuaca Panas Jakarta Bukan Kendala
Selain beradaptasi dengan metode latihan Persija, Kolinger juga harus menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca Jakarta. Suhu panas dan kelembapan tinggi kerap menjadi tantangan bagi pemain asing, terutama mereka yang sebelumnya berkarier di Eropa.
Namun, Kolinger mengaku tidak mengalami kendala berarti. Menurutnya, cuaca Jakarta tidak terlalu jauh berbeda dengan kondisi musim panas di Zagreb, Kroasia.
Ia bahkan menyebut suhu di Zagreb pada waktu tertentu dapat mencapai 37 derajat Celsius. Pengalaman tersebut membuat Kolinger optimistis proses adaptasinya terhadap cuaca Indonesia dapat berlangsung cepat.
"Sejujurnya, di negara saya cuacanya tidak terlalu berbeda dengan di Jakarta. Saya tinggal di Zagreb dan di sana juga sangat panas, bahkan terkadang lebih panas daripada di sini, bisa mencapai 37 derajat. Jadi, saya rasa saya bisa beradaptasi dengan cuaca di sini dengan sangat cepat," kata Denis.
Kemampuan menyesuaikan diri dengan cuaca menjadi keuntungan tersendiri bagi Persija. Kolinger dapat lebih fokus meningkatkan kondisi fisik dan memahami pola permainan tanpa terganggu persoalan lingkungan.
Denis Kolinger Puji Profesionalisme Shin Tae-yong
Kolinger turut memberikan penilaian positif terhadap metode kepelatihan Shin Tae-yong. Menurutnya, pelatih asal Korea Selatan tersebut menunjukkan standar profesional yang tinggi sejak awal persiapan tim.
Ia melihat Shin Tae-yong mampu menjaga keseimbangan antara kedisiplinan, kerja keras, dan suasana positif. Para pemain tetap dapat membangun kedekatan di luar sesi latihan, tetapi dituntut serius ketika menjalankan program di lapangan.
"Saya pikir pelatih sangat profesional, itulah yang saya sukai. Dia ingin kami serius saat latihan, itu hal yang normal. Ketika kami bercanda, kami bercanda. Tetapi ketika kami bekerja, kami benar-benar bekerja," tutup bek bertinggi badan 199 sentimeter tersebut.
Pendekatan tersebut dinilai cocok dengan karakter Kolinger yang menempatkan profesionalisme sebagai bagian penting dalam sepak bola. Ia percaya kedisiplinan selama pramusim akan memberikan dampak besar terhadap performa Persija ketika kompetisi resmi bergulir.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda