Operator kompetisi I.League resmi mengumumkan daftar nominasi penghargaan BRI Super League 2025/2026. Sejumlah nama top seperti Beckham Putra, Nadeo Arga Winata, hingga Bojan Hodak masuk dalam persaingan penghargaan terbaik musim ini.
Kategori yang diumumkan meliputi Best Player, Best Young Player, Best Goalkeeper, Best Coach, hingga Best Goal. Para nominasi dipilih berdasarkan statistik, kontribusi untuk tim, penilaian Technical Study Group (TSG), konsistensi performa, hingga aspek sportivitas sepanjang musim.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyebut musim ini menjadi salah satu kompetisi paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.
“Kompetisi musim ini berjalan sangat menarik hingga pekan terakhir. Persaingan tidak hanya terjadi dalam perebutan gelar juara, tetapi juga dalam penampilan individu yang konsisten dan berdampak besar bagi tim masing-masing,” ujar Ferry Paulus dalam keterangan resmi I.League.
Ia juga menegaskan bahwa proses penilaian tidak hanya mengacu pada statistik semata, tetapi juga dampak pemain maupun pelatih terhadap permainan tim secara keseluruhan.
Pemenang seluruh kategori penghargaan BRI Super League 2025/2026 akan diumumkan setelah pekan terakhir kompetisi berakhir, termasuk penghargaan top skor, tim Fair Play dan Best XI.
Berikut daftar lengkap nominasi peraih penghargaan BRI Super League 2025/2026:
Pemain Terbaik/Best Player
Persaingan kategori Best Player menjadi salah satu yang paling menarik. Lima pemain dari klub-klub papan atas tampil dominan dan menjadi motor utama timnya sepanjang musim.
1. Mariano Peralta (Borneo FC)
Mariano Peralta menjadi sosok sentral di lini serang Borneo FC Samarinda. Torehan 18 gol dan 13 assist memperlihatkan perannya sebagai pemain paling produktif dalam menciptakan peluang sekaligus penyelesaian akhir. Selain mencatat 72 chances created, Peralta juga memiliki 57 successful dribbles dan kontribusi defensif yang baik untuk pemain ofensif. Performanya membawa Borneo FC terus bersaing dalam perebutan gelar hingga pekan terakhir.
2. Federico Barba (Persib Bandung)
Bek asal Italia ini menjadi pemimpin lini belakang Persib Bandung yang tampil sebagai salah satu pertahanan terbaik musim ini. Barba bukan hanya kuat dalam duel bertahan, tetapi juga menjadi figur penting dalam build-up permainan Persib. Barba sejauh ini mencatat 5 gol, 29 tackles, 100 intersep dan 60 clearances. Konsistensi, kepemimpinan, dan ketenangannya menjadi fondasi kukuh bagi Maung Bandung dalam perburuan gelar juara.
3. Juan Villa (Borneo FC Samarinda)
Juan Villa tampil luar biasa sebagai gelandang pengatur permainan Borneo FC. Ia mencatat 405 progressive passes, 228 passes to final third, serta 42 chances created. Tak hanya kreatif, Villa juga produktif dengan 12 gol dan delapan assist. Kombinasi visi bermain, distribusi bola, serta kontribusi menyerang dan bertahan menjadikannya salah satu pemain paling komplet musim ini.
4. Beckham Putra (Persib Bandung)
Beckham terus berkembang menjadi salah satu pemain lokal paling berpengaruh di kompetisi. Gelandang Persib itu mencatat 26 chances created, 138 progressive passes, dan tiga assist, serta aktif membantu transisi menyerang maupun bertahan. Mobilitas dan kreativitasnya menjadi bagian penting permainan Persib. Ia juga telah mencetak 3 gol pada musim ini.
5. Allano Brendon (Persija Jakarta)
Allano menjadi motor kreativitas Persija Jakarta sepanjang musim. Ia mencatat 62 chances created dan sembilan assist (serta 9 gol), sekaligus aktif membangun serangan melalui 317 progressive passes. Perannya sangat penting dalam menjaga Persija tetap kompetitif di papan atas hingga akhir musim.
Pemain Muda Terbaik/Best Young Player
Kategori pemain muda terbaik menghadirkan tiga nama yang tampil menonjol dan konsisten memberi kontribusi besar bagi tim mereka.
1. Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta)
Bek muda Persija tampil matang sepanjang musim. Dony mencatat 70 intersep, 52 recoveries, serta rasio kemenangan duel ofensif dan defensif yang impresif. Selain kuat bertahan, ia juga aktif membantu serangan dengan 31 successful dribbles dan 15 successful crosses.
2. Rivaldo Pakpahan (Borneo FC Samarinda)
Rivaldo menunjukkan kualitas sebagai gelandang muda modern dengan akurasi umpan mencapai 92 persen. Ia mencatat 84 intersep dan 59 recoveries, sekaligus tampil disiplin dalam menjaga keseimbangan permainan Borneo FC.
3. Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
Kiper muda PSIM ini tampil gemilang di bawah mistar. Dengan 9 clean sheets dan save ratio 83 persen, Cahya menjadi salah satu faktor penting keberhasilan PSIM tampil kompetitif musim ini. Ia juga mencatat goals prevented positif, menunjukkan kemampuannya menggagalkan peluang berbahaya lawan.
Kiper Terbaik/Best Goalkeeper
Persaingan penjaga gawang terbaik musim ini berlangsung sangat ketat.
1. Nadeo Arga Winata (Borneo FC Samarinda)
Nadeo tampil konsisten sepanjang musim dengan 12 clean sheets dan save ratio 89 persen. Kiper tim nasional Indonesia itu juga mencatat goals prevented tertinggi di antara para nominasi, membuktikan perannya sebagai penyelamat penting Borneo FC dalam perburuan gelar.
2. Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta)
Penampilan impresif Cahya tak hanya membawanya masuk nominasi pemain muda terbaik, tetapi juga penjaga gawang terbaik. Refleks cepat dan ketenangannya menjadi kekuatan utama PSIM sepanjang musim.
3. Igor Rodrigues (Persita Tangerang)
Kiper Persita tampil sangat solid dengan save ratio mencapai 91 persen dan 12 aksi sweeper. Igor menjadi salah satu penjaga gawang paling konsisten musim ini meski bermain di tim yang beberapa kali menghadapi tekanan sepanjang kompetisi.
Pelatih Terbaik/Best Coach
Tiga pelatih yang sukses membawa identitas permainan kuat serta menjaga konsistensi timnya masuk dalam nominasi pelatih terbaik.
1. Fabio Lefundes (Borneo FC Samarinda)
Fabio Lefundes sukses menjaga Borneo FC tetap berada dalam persaingan juara hingga pekan terakhir. Gaya bermain agresif dan produktif membuat Borneo FC menjadi salah satu tim paling tajam musim ini.
2. Bojan Hodak (Persib Bandung)
Bojan Hodak kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih elite dengan membawa Persib memimpin klasemen menjelang pekan terakhir. Stabilitas permainan dan konsistensi hasil menjadi kekuatan utama Maung Bandung musim ini.
3. Paul Munster (Bhayangkara Presisi Lampung FC)
Paul Munster berhasil mengangkat performa Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi tim yang kompetitif dan sulit dikalahkan. Racikan taktiknya membuat timnya tampil disiplin dan efektif sepanjang musim.
Gol Terbaik/Best Goal
Kategori gol terbaik musim ini menghadirkan tiga momen spektakuler yang mencuri perhatian publik sepak bola nasional.
1. Hokky Caraka (Persita Tangerang) – Persita vs Persik Kediri (Pekan 15)
2. Rendy Sanjaya (Persik Kediri) – Madura United FC vs Persik Kediri (Pekan 27)
3. M. Iqbal (PSIM Yogyakarta) – PSIM Yogyakarta vs Madura United FC (Pekan 33)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News