Persebaya akan bertandang ke Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu, 7 November 2026. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Bajul Ijo untuk bangkit sekaligus memperbaiki posisi di klasemen.
Tavares menyadari hasil yang kurang memuaskan membuat dirinya, pemain, dan staf pelatih berada dalam sorotan. Tekanan juga datang dari suporter yang menginginkan Persebaya segera kembali ke jalur kemenangan.
Namun, pelatih asal Portugal itu menegaskan tidak ingin menghabiskan energi untuk memikirkan situasi di luar kendalinya.
"Ketika tim tidak meraih kemenangan, tentu semua orang berada dalam tekanan. Dalam sejarah Persebaya, biasanya memang seperti itu ketika tim mendapatkan hasil yang kurang baik. Jadi, saya tidak berfokus pada situasi ini," ujar Tavares, dikutip dari laman resmi I.League.
Ia menambahkan, hal yang bisa dikendalikannya adalah kinerja tim di lapangan. Karena itu, Tavares ingin para pemain tetap fokus menjalankan tugas dan memperbaiki performa.
Tavares Pahami Kekecewaan Suporter Persebaya
Tavares tidak menutup mata terhadap kekecewaan Bonek dan Bonita menyusul hasil yang belum sesuai harapan. Ia memahami suporter menginginkan Persebaya kembali tampil kompetitif dan meraih kemenangan.
Menurutnya, para pemain serta staf pelatih juga merasakan frustrasi ketika gagal mendapatkan hasil positif. Meski demikian, ia menganggap kritik dan keluhan suporter sebagai bagian dari situasi yang harus dihadapi sebuah tim.
Tavares bahkan menegaskan siap menghadapi tekanan tersebut. Ia mengaku pernah mengalami situasi serupa pada musim sebelumnya sehingga tidak ingin menjadikannya sebagai penghalang dalam menjalankan pekerjaan.
"Saya memahami mereka mengeluh karena menginginkan hasil yang baik. Situasi ini memang membuat frustrasi. Para pemain dan staf juga merasa frustrasi karena tidak memenangkan pertandingan," tuturnya.
Alih-alih larut dalam tekanan, Tavares ingin Persebaya segera menemukan cara untuk mengubah keadaan. Duel melawan Persija pun menjadi kesempatan penting bagi timnya untuk menunjukkan perkembangan.
Persebaya Hadapi Tantangan Berat di Markas Persija
Misi kebangkitan Persebaya tidak akan mudah. Persija sedang berada di urutan tiga klasemen sementara BRI Super League 2026/2027 dengan koleksi 18 poin, sedangkan Bajul Ijo menempati peringkat ketujuh dengan 13 poin.
Selain memiliki keunggulan sebagai tuan rumah, Macan Kemayoran juga mendapat perhatian Tavares karena kualitas pemain dan kapasitas pelatihnya, Shin Tae-yong.
Tavares mengakui Persija merupakan lawan kuat. Namun, ia melihat pertandingan besar seperti ini juga bisa menjadi motivasi bagi para pemain Persebaya untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
"Kami tahu Persija merupakan tim yang sangat kuat. Mereka juga memiliki pelatih yang bagus. Namun, kami akan berusaha memberikan yang terbaik," kata Tavares dalam konferensi pers menjelang pertandingan.
Ia juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlalu banyak melakukan kesalahan. Persija dinilai memiliki kemampuan untuk memanfaatkan celah sekecil apa pun yang diberikan lawan.
Persebaya Punya Persiapan Terbatas
Tantangan lain bagi Persebaya adalah waktu pemulihan yang relatif singkat. Tim harus menjalani pertandingan I.League Cup melawan Kendal Tornado FC pada 3 November sebelum bersiap menghadapi Persija empat hari kemudian.
Dalam laga tersebut, Persebaya kalah 2-3. Jadwal yang berdekatan membuat pemulihan kondisi fisik menjadi salah satu perhatian utama tim pelatih.
Tavares menyebut pihaknya akan mengevaluasi kondisi pemain setelah latihan untuk menentukan siapa yang paling siap, baik dari sisi fisik, mental, maupun taktik.
Persebaya juga dipastikan tidak diperkuat Matheus Lagoa yang mengalami cedera. Absennya pemain asal Brasil tersebut membuat Tavares harus mempertimbangkan kembali komposisi tim, khususnya di lini depan.
Dengan berbagai tantangan tersebut, Persebaya tetap membidik penampilan terbaik di JIS. Bagi Tavares, hal terpenting adalah memastikan para pemain mampu menjaga fokus, mengurangi kesalahan, dan menjalankan rencana permainan dengan baik.