Keributan terjadi saat jeda babak pertama di lorong menuju ruang ganti. Kapten Bhayangkara, Wahyu Subo Seto, terlibat adu argumen dengan kapten Persib, Marc Klok. Momen tersebut kemudian viral setelah video perdebatan tersebar di media sosial.
Pernyataan Bhayangkara FC
Melalui pernyataan resmi di media sosial, manajemen Bhayangkara FC mengungkap adanya dugaan tindakan rasis yang dilakukan Klok terhadap penyerang mereka, Henry Doumbia.
“Pada laga kandang Bhayangkara Presisi Lampung FC menjamu Persib Bandung di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Kamis (30/4), diakui striker Bhayangkara Presisi Lampung FC, Henry Doumbia, jika dirinya menerima aksi rasis dari Marc Klok pada babak pertama.
Di akhir babak pertama, Henry Doumbia memberitahukan aksi rasis yang diterimanya kepada Wahyu Subo Seto sebagai kapten tim. Mendengar laporan tersebut, setelah peluit akhir babak pertama dibunyikan, Wahyu Subo Seto langsung mendatangi Marc Klok. Sama-sama menuju ruang ganti, Wahyu Subo Seto mendatangi Marc Klok dengan maksud mengonfirmasi ucapan rasis yang ditujukan kepada Henry Doumbia,” tulis pernyataan resmi manajemen Bhayangkara FC, Sabtu 2 Mei 2026.
Klok Bantah Dugaan Tindakan Rasisme
Menanggapi tuduhan tersebut, Marc Klok memberikan klarifikasi melalui media sosialnya. Ia menegaskan tidak pernah melakukan tindakan rasisme seperti yang dituduhkan.
“Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya,” tegas Klok.
Klok juga menegaskan bahwa sepanjang kariernya, ia menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan profesionalisme.
“Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme. Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan,” tambahnya.
Klarifikasi Insiden di Lapangan
Dalam pernyataannya, Klok mengungkapkan bahwa kejadian tersebut adalah sebuah kesalah pahaman yang terjaddi antara dirinya dengan Henry.
“Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, Give me the ball back,’ ungkapnya.
Klok juga menambahkan bahwa kesalahpahaman tersebut juga telah dipahami oleh beberapa pemain dan staf Bhayangkara.
“Kami kemudian membicarakan hal tersebut. la meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata "black". la mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka, yang memiliki hubungan baik dengan saya,” ujarnya.
Tuntutan Permintaan Maaf
Di akhir pernyataannya, Klok meminta pihak manajemen Bhayangkara FC untuk menyampaikan permintaan maaf secara resmi atas pernyataan yang berisikan tuduhan bahwa dirinya melakukan tindakan rasisme.
“Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliran dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar,” tutup klok.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News