Alaeddine Ajaraie masuk pada menit ke-70 menggantikan Witan Sulaeman. Menempati sisi kiri serangan, pemain asal Maroko itu langsung memberi warna. Ia tidak semata mengandalkan kecepatan, tetapi juga menunjukkan pemahaman permainan yang matang, tahu kapan harus menusuk ruang dan kapan memilih mendistribusikan bola.
“Saya ingin memberikan lebih untuk tim. Insyaallah ke depannya saya akan melakukan segalanya untuk membawa Persija ke posisi yang lebih baik. Insyaallah bersama Persija, insyaallah bisa memberi lebih lagi ke depan. Terima kasih,” kata Aleddine.
Baca Juga :
Hasil Super League: Dua Gol Penalti dan Penalti Ulang Warnai Kemenangan Persija atas Madura
Fajar masuk menggantikan Ilham Rio Fahmi sebagai bek kanan pada menit ke-83. Dalam waktu singkat, ia tampil disiplin dan solid, membantu meredam serangan lawan sekaligus menjaga keseimbangan saat Persija membangun permainan dari belakang.
Dua nama itu pun mendapatkan apresiasi dari pelatih Mauricio Souza. Ia menilai Alaeddine dan Fajar sebagai pemain dengan potensi besar untuk tim.
“Mereka berdua pemain hebat, Alaeddine dan Fajar. Alaeddine masih butuh sedikit waktu lagi untuk meningkatkan kondisi fisiknya, tetapi dia pemain yang sangat cepat, sangat bagus dalam situasi satu lawan satu,” tuturnya.
“Fajar adalah bek sayap yang sangat ofensif, dia sangat kompetitif. Tanpa ragu, mereka berdua pemain yang akan membantu kami,” kata Mauricio lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News