Yoshimi Ogawa (Photo by Medcom Althaf)
Yoshimi Ogawa (Photo by Medcom Althaf)

Ogawa Soroti Pemain Kerumuni Wasit saat VAR, Minta Liga Lebih Tertib Lagi

Alfa Mandalika • 23 Oktober 2026 19:40
Ringkasnya gini..
  • Yoshimi Ogawa menyoroti pemain yang mengerumuni wasit saat pemeriksaan VAR karena dapat menghambat komunikasi dan memperlambat pengambilan keputusan.
  • Ogawa meminta pemain menjaga perilaku, termasuk saat melakukan selebrasi gol, agar tidak memicu ketegangan dengan tim lawan.
  • Evaluasi wasit mengutamakan edukasi dan pemantauan, dengan perbaikan kinerja sebagai perhatian utama.
Jakarta: Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menyoroti perilaku pemain yang mengerumuni wasit saat proses pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR) di BRI Super League 2026/2027. Menurut dia, tindakan tersebut dapat menghambat komunikasi antara wasit di lapangan dan petugas VAR, sekaligus mengganggu tempo pertandingan.

Hal itu disampaikan Ogawa dalam Refereeing Workshop for Media yang digelar PSSI bersama PSSI Pers di Sekretariat PSSI Pers, GBK Arena, Jakarta, Jumat (23/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Ogawa bersama Kepala Departemen Wasit PSSI, Pratap Singh, membahas evaluasi perwasitan serta penerapan peraturan pertandingan pada Super League dan Championship musim 2026/2027.

Ogawa menilai kinerja wasit selama enam pekan awal Super League secara umum menunjukkan perkembangan positif. Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam penanganan insiden pertandingan, komunikasi saat VAR, serta perilaku pemain dan ofisial di lapangan.


Ogawa Minta Pemain Tak Kerumuni Wasit saat VAR


Ogawa menjelaskan, proses pemeriksaan VAR membutuhkan komunikasi yang jelas antara wasit di lapangan dan petugas VAR. Wasit perlu menyampaikan informasi mengenai apa yang dilihat maupun yang luput dari pengamatannya agar insiden dapat diperiksa dengan tepat.

Ia menyoroti situasi ketika pemain dari kedua tim mendatangi wasit saat proses pemeriksaan berlangsung. Menurut Ogawa, tindakan tersebut dapat menghambat komunikasi dan membuat proses pengambilan keputusan memakan waktu lebih lama.

“Pemain perlu memberikan ruang kepada wasit untuk berkomunikasi dengan petugas VAR,” Ia menekankan bahwa pemain sebaiknya tidak mengerumuni wasit ketika pemeriksaan sedang dilakukan.

Ogawa juga menyebut waktu pemeriksaan dapat dimanfaatkan pemain untuk berkomunikasi dengan pelatih atau official tim. Dengan begitu, wasit bisa menjalankan tugasnya tanpa tekanan berlebihan dari pemain yang memprotes insiden di lapangan.
 

Selebrasi Gol dan Sikap Pemain Jadi Perhatian


Selain penggunaan VAR, Ogawa menyoroti perilaku pemain setelah gol tercipta. Ia membahas contoh selebrasi yang dilakukan pemain di area teknis milik tim lawan, yang dinilai berpotensi memicu ketegangan meskipun tidak selalu dilakukan dengan niat memprovokasi.

Ogawa memahami bahwa pemain memiliki emosi dan kegembiraan setelah mencetak gol. Namun, ia mengingatkan bahwa ekspresi tersebut tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan situasi dan menghormati pihak lawan.

“Emosi itu penting, tetapi terkadang reaksinya bisa berlebihan,” menjadi inti penjelasan Ogawa saat membahas perilaku pemain dalam pertandingan. Ia menilai pemain dan klub perlu memahami bahwa tindakan di lapangan dapat memengaruhi suasana pertandingan secara keseluruhan.

Ia juga mengingatkan bahwa pemberian kartu bukan satu-satunya cara menyelesaikan persoalan perilaku pemain. Menurut Ogawa, seluruh pihak perlu ikut menjaga pertandingan agar tetap kompetitif dan menghibur, tanpa memicu konflik yang dapat merugikan tim sendiri.
 

Utamakan Edukasi dalam Evaluasi Wasit


Dalam sesi tanya jawab, Ogawa menjelaskan bahwa evaluasi terhadap wasit tidak semata-mata berorientasi pada hukuman. Ia menekankan pentingnya edukasi, pemantauan, dan kesempatan bagi wasit untuk memperbaiki kinerja setelah melakukan kesalahan teknis.

“Kami melakukan edukasi dan pemantauan. Jika ada kesalahan teknis, kami perlu mengevaluasi dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki,” demikian inti pernyataan Ogawa dalam sesi doorstop. Ia menjelaskan bahwa penilaian terhadap wasit perlu mempertimbangkan jenis kesalahan serta proses perbaikannya.

Ogawa menambahkan, apabila kesalahan terus berulang dan tidak menunjukkan peningkatan, evaluasi lebih lanjut dapat dilakukan sesuai mekanisme internal yang berlaku. Ia juga membedakan kesalahan teknis dalam memimpin pertandingan dengan tindakan serius yang memerlukan penanganan berdasarkan ketentuan terkait.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi dapat membangun komunikasi dan saling menghormati. Menurut Ogawa, peningkatan kualitas sepak bola Indonesia tidak hanya bergantung pada keputusan wasit, tetapi juga pada perilaku pemain, pelatih, ofisial, dan klub dalam mendukung pertandingan yang tertib.


(Mohammad Althaf Musyaffa)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan