Ridho selama ini dikenal sebagai pemain yang menjadi tumpuan di jantung pertahanan Persija. Namun, Shin Tae-yong melihat kapten Macan Kemayoran itu memiliki kemampuan individu yang memungkinkan dirinya menjalankan peran berbeda sesuai kebutuhan pertandingan.
Kepercayaan Shin Tae-yong menempatkan Ridho di sektor tengah memberikan tantangan baru bagi sang pemain. Selain menjalankan tugas defensif, Ridho dituntut menyesuaikan diri dengan kebutuhan permainan gelandang, termasuk dalam membangun serangan dan menjaga keseimbangan tim.
Ridho juga menunjukkan kontribusi melalui gol yang dicetaknya ketika Persija menghadapi Persik Kediri pada pekan ketujuh Super League 2026/2027. Gol tersebut membantu Macan Kemayoran membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu dan meraih kemenangan 2-1.
Dalam pertandingan itu, Ridho mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-69 setelah menerima umpan lambung dari Denis Kolinger. Hasil tersebut menjadi tambahan penting bagi Persija dalam persaingan di papan atas klasemen sementara.
STY Ungkap Perubahan Posisi Ridho Bukan Sekedar Eksperimen Belaka
Menurut Shin, perubahan posisi Ridho bukan sekadar eksperimen, melainkan bagian dari strategi untuk memaksimalkan kemampuan pemain berusia 24 tahun tersebut. Pelatih asal Korea Selatan itu menilai Ridho mampu memberikan kontribusi ketika ditempatkan di berbagai posisi di lini pertahanan maupun saat dibutuhkan di sektor tengah.
“Terkait Ridho, yang saya nilai adalah karena dia adalah pemain serba bisa (multi-posisi) di lini pertahanan. Di mana pun dia bisa mengeluarkan kemampuan yang dimilikinya dan memberikan yang terbaik di bagian yang bisa dia lakukan,” kata Shin Tae-yong.
“Terkadang dia bisa menjadi stopper (bek tengah), terkadang bisa menjadi pemain bertahan. Karena saya sangat menghargai kemampuan individu yang tinggi, saya menggunakan dan mengandalkan cara ini agar selalu bisa disesuaikan dengan kebutuhan seluruh tim,” lanjutnya.
Ridho Pelajari Permainan Gelandang Eropa
Ridho menyatakan kesiapannya menjalankan instruksi Shin Tae-yong, termasuk ketika dipercaya menempati posisi yang berbeda dari peran utamanya sebagai bek. Ia juga berinisiatif mempelajari karakter permainan gelandang-gelandang Eropa untuk membantu proses adaptasinya.
Menurut Ridho, kesediaan menjalankan instruksi pelatih merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai pemain. Ia berusaha memahami kebutuhan taktik Shin agar dapat memberikan penampilan terbaik di posisi mana pun yang dipercayakan kepadanya.
“Saya tentunya mau ditempatkan di mana pun. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan permainan yang bagus dan sesuai dengan plan beliau (Shin Tae-yong). Tentunya ketika saya ditunjuk bermain sebagai gelandang, saya pelajari juga cara main gelandang di Eropa, bagaimana cara bermainnya agar sesuai dengan beliau,” ucap Ridho.
“Jadi, mau bagaimana pun, kalau saya tidak mau, kan, saya tidak main. Jadi, ya harus mau,” lanjutnya.
Kesediaan Ridho menjalankan peran baru memberikan opsi tambahan bagi Shin Tae-yong dalam menyusun komposisi Persija. Kemampuan pemain tersebut beradaptasi di sejumlah posisi diharapkan dapat membantu Macan Kemayoran menghadapi beragam kebutuhan taktik sepanjang kompetisi BRI Super League 2026/2027.
(Muhammad Zaidan Rizky)