Kehadiran STY di Persija langsung memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan reuni dengan sejumlah pemain yang pernah menjadi andalannya saat menangani Timnas Indonesia selama lima tahun.
Dalam perkenalan resminya sebagai pelatih anyar Persija di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6), STY tidak menutup peluang merekrut pemain-pemain yang pernah bekerja sama dengannya di skuad Garuda.
STY Buka Peluang Datangkan Pemain Timnas
Selama menangani Timnas Indonesia, STY dikenal memiliki sejumlah pemain kepercayaan yang menjadi tulang punggung tim. Beberapa di antaranya bahkan sudah memperkuat Persija, yakni Rizky Ridho, Witan Sulaeman, dan Jordi Amat.
Ketika ditanya soal kemungkinan membawa pemain Timnas ke Persija, STY mengaku memiliki keinginan tersebut. Namun, ia menegaskan semuanya bergantung pada situasi masing-masing pemain, termasuk status kontrak mereka bersama klub saat ini.
"Ya, pasti ada niat untuk bawa pemain-pemain timnas sebelumnya yang bersama saya. Tetapi kita harus lihat situasi masing-masing pemain seperti apa. Contohnya seperti kontraknya yang mungkin sudah terikat bersama tim sekarang dan lain-lain juga," ujar STY seperti dilansir Antara.
Pernyataan tersebut tentu semakin memanaskan spekulasi bursa transfer Persija menjelang musim baru.
Staf Kepercayaan di Timnas juga Diajak Gabung Persija
Tak hanya pemain, STY juga memastikan akan membawa sejumlah staf yang selama ini menjadi bagian dari tim kepelatihannya saat menangani Timnas Indonesia.
Meski belum menyebut nama secara rinci, pelatih berusia 55 tahun itu mengisyaratkan sosok-sosok tersebut sudah cukup dikenal publik sepak bola Indonesia.
"Untuk asisten pelatih, para wartawan juga pasti mengenalnya karena mereka sebelumnya ada di timnas juga," katanya.
Kehadiran staf lama dinilai dapat mempercepat proses adaptasi sekaligus membantu STY menerapkan filosofi permainan yang diinginkannya di Persija.
Persija akan Bermain Lebih Agresif
Selain membahas rencana transfer, STY juga mengungkapkan perbedaan pendekatan yang akan diterapkannya di level klub.
Menurut dia, gaya bermain bertahan yang sering digunakan bersama Timnas Indonesia muncul karena perbedaan kualitas dengan lawan-lawan yang dihadapi di level internasional.
"Memang saat di Timnas Indonesia karena lawan-lawannya lebih kuat dan lebih baik daripada Timnas Indonesia, jadi selalu kita bertahan dulu lalu melakukan counter attack," ujar STY.
Namun bersama Persija, ia ingin membangun tim yang mampu bermain lebih cepat, dominan, dan agresif dalam menyerang.
"Tetapi di liga mungkin perlu kita diskusi lanjut dengan Pak Panca dan orang-orang di Persija Jakarta untuk membawa pemain-pemain asing. Setelah itu pasti kita bisa melakukan permainan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih agresif menyerang," lanjutnya.
Persija Bidik Gelar Musim Depan
Persija menutup musim BRI Super League 2025/26 di posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin. Macan Kemayoran hanya kalah bersaing dari Borneo FC yang finis sebagai runner-up serta Persib Bandung yang sukses mencatat hattrick juara liga.
Kehadiran STY diharapkan mampu membawa Persija kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar pada musim mendatang sekaligus mengakhiri penantian panjang suporter untuk melihat tim kesayangannya kembali menjadi juara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News