Bagi pemain 34 tahun tersebut, performa Macan Kemayoran sepanjang musim menjadi bukti nyata kerja keras dan komitmen seluruh elemen tim dalam membangun identitas permainan yang kuat.
“Di musim pertama bersama Persija, sangat bangga dengan perjuangan kami di setiap pertandingan. Kami tidak mencapai tujuan kami, tetapi kami memainkan salah satu sepak bola terbaik di Indonesia,” ujar Jordi.
Persija Tampil Konsisten Sepanjang Musim
Meski gagal mengangkat trofi, Persija menunjukkan performa yang cukup impresif sepanjang kompetisi. Tim ibu kota berhasil menutup musim di posisi ketiga klasemen akhir dengan raihan 71 poin.Catatan tersebut diperoleh dari 22 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Tak hanya itu, Persija juga menjadi salah satu tim paling atraktif di liga. Macan Kemayoran mencetak 65 gol sepanjang musim, menjadikannya tim tertajam ketiga di kompetisi. Dari sisi pertahanan, Persija juga tampil solid dengan hanya kebobolan 29 gol, terbaik kedua di liga.
Dominasi penguasaan bola, pressing agresif, dan keberanian memainkan sepak bola menyerang menjadi ciri khas permainan Persija sepanjang musim.
Kontribusi Penting Jordi Amat
Di tengah performa solid tim, Jordi Amat memainkan peran penting sebagai pemimpin di jantung pertahanan. Kehadirannya tidak hanya memberikan stabilitas di lini belakang, tetapi juga kontribusi dalam fase menyerang.Sepanjang musim, pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu berhasil mencatatkan tiga gol dan satu assist.
“Tiga gol dan satu assist, musim yang penuh suka duka tetapi senang dengan semua kerja keras yang telah dilakukan. Kami akan kembali lebih kuat di musim depan. Terima kasih atas semua dukungannya,” kata Jordi.
Tatap Musim Depan dengan Optimisme
Meski target juara belum tercapai, Jordi menilai banyak hal positif yang berhasil dibangun Persija sepanjang musim. Fondasi permainan yang semakin matang serta kekompakan tim diyakini menjadi modal berharga untuk menghadapi musim berikutnya.Dengan skuat yang kompetitif dan dukungan besar dari Jakmania, Jordi optimistis Persija mampu kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar pada musim mendatang.
Pesan sang bek menunjukkan bahwa kegagalan meraih trofi bukan akhir perjalanan. Bagi Persija, musim 2025/26 bisa menjadi pijakan penting untuk bangkit dan mengejar target yang lebih besar di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News