Mufli Hidayat buka suara setelah mendapat kartu merah saat PSM Makassar melawan Borneo FC. Ia mengaku menerima hinaan yang menyerang keluarganya. (Foto: Instagram @yayat7jr)
Mufli Hidayat buka suara setelah mendapat kartu merah saat PSM Makassar melawan Borneo FC. Ia mengaku menerima hinaan yang menyerang keluarganya. (Foto: Instagram @yayat7jr)

Super League 2026/2027

Sundul Hugo Samir hingga Diusir, Mufli Hidayat Beri Klarifikasi Bongkar Provokasi Soal Keluarga

Alfa Mandalika • 08 November 2026 08:00
Ringkasnya gini..
  • Mufli Hidayat memberikan klarifikasi setelah menerima kartu merah dalam pertandingan PSM Makassar melawan Borneo FC di Super League 2026/2027.
  • Ia mengaku mendapat hinaan verbal yang menyerang keluarganya, termasuk menyinggung mendiang ayahnya, sebelum insiden dengan Hugo Samir.
  • Mufli juga menyampaikan permohonan maaf kepada tim dan suporter PSM atas kartu merah tersebut. Ia mengingatkan bahwa rivalitas sepak bola harus tetap menjunjung tinggi rasa hormat.
Jakarta: Pemain muda PSM Makassar, Mufli Hidayat, akhirnya buka suara terkait kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Borneo FC dalam laga lanjutan Super League 2026/2027. Ia mengungkapkan mendapat hinaan verbal yang menyerang keluarganya, termasuk menyinggung mendiang ayahnya, sebelum insiden dengan Hugo Samir terjadi.
 
Insiden tersebut berlangsung pada pertandingan pekan kesembilan Super League 2026/2027. Mufli harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah melakukan tindakan menyundul pemain sayap Borneo FC, Hugo Samir.

Wasit M Erfan Effendi awalnya melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), Setelah melihat tayangan ulang, wasit memutuskan memberikan kartu merah langsung kepada Mufli pada menit ke-66. Pemain kelahiran Bone tersebut terlihat emosional setelah menerima keputusan itu.
 

Mufli Minta Maaf kepada PSM dan Suporter

 
Setelah pertandingan, Mufli menyampaikan klarifikasi melalui unggahan story instagram pribadinya. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada tim dan seluruh pendukung PSM Makassar atas kartu merah yang diterimanya.
 
“Pertama-tama saya ingin menyampaikan permohonan maaf khususnya kepada tim dan seluruh pendukung PSM Makassar atas kartu merah yang sy terima pada pertandingan sore ini,” tulis Mufli dalam klarifikasinya.
   

Namun, Mufli juga mengungkapkan alasan yang melatarbelakangi emosinya di lapangan. Ia mengaku menerima hinaan verbal yang menyerang nama baik keluarganya, bahkan menyinggung mendiang ayahnya dengan perkataan yang dinilai tidak pantas.
 
“Saya mendapat hinaan verbal (verbal abuse) yang menyerang nama baik keluarga saya, dengan menyinggung almarhum bapak saya dengan kata-kata yang sangat tidak pantas,” tulisnya.
 

Mufli Sebut Provokasi Sudah Melewati Batas

 
Mufli tidak mengungkapkan identitas pihak yang melontarkan hinaan tersebut. Meski demikian, ia menilai perkataan yang diterimanya sudah melewati batas provokasi atau psywar dalam pertandingan sepak bola.
 
Menurutnya, persaingan di lapangan memang kerap berlangsung panas dan penuh kontak fisik. Namun, ia menilai penghinaan yang menyerang keluarga merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
 
“Bagi saya, itu bukan lagi sekadar psywar atau provokasi dalam sepakbola. Tapi merupakan bentuk pelecehan terhadap keluarga dan melewati batas rasa hormat sebagai manusia dan pemain sepakbola profesional,” katanya.
 
Dalam pesan terakhirnya, Mufli mengingatkan seluruh pihak agar tetap menjaga sikap saling menghormati dalam pertandingan sepak bola. Ia menilai rivalitas dan persaingan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan rasa hormat terhadap sesama.
 
“Sepak bola boleh keras, persaingan boleh panas, tetapi rasa hormat dan respek tetap harus dijaga dan dijunjung tinggi,” tulis Mufli.

(Muhammad Zaidan Rizky)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan