Logo I.League. (Foto: Situs resmi I.League)
Logo I.League. (Foto: Situs resmi I.League)

Hasil Evaluasi Stadion Super League 2026/27, Kanjuruhan hingga JIS Lolos Penilaian

Kautsar Halim • 08 Juni 2026 20:41
Ringkasnya gini..
  • I.League merilis hasil evaluasi stadion yang diajukan klub untuk musim Super League 2026/27.
  • Stadion Kanjuruhan, JIS, SUGBK, GBLA, Gelora Bung Tomo, hingga Stadion BJ Habibie masuk dalam daftar venue yang telah dinilai.
  • Hasil evaluasi belum menjadi penetapan final karena masih menunggu verifikasi dan inspeksi lanjutan.
Jakarta: I.League resmi mengumumkan hasil evaluasi stadion yang diajukan klub peserta kompetisi profesional Indonesia dalam proses Club Licensing Cycle 2025/26. Penilaian ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan infrastruktur stadion untuk digunakan pada musim kompetisi Super League 2026/27.
 
Sejumlah stadion ikonik seperti Stadion Kanjuruhan, Jakarta International Stadium (JIS), Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), hingga Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) masuk dalam daftar venue yang telah melalui tahapan evaluasi infrastruktur.
 
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa proses ini bertujuan memastikan stadion yang diajukan klub memenuhi standar penyelenggaraan kompetisi profesional.

"Evaluasi stadion merupakan bagian dari proses club licensing yang bertujuan memastikan infrastruktur yang diajukan klub memenuhi standar yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi ini menjadi salah satu dasar dalam perencanaan dan penyusunan operasional kompetisi musim 2026/27," ujar Ferry Paulus dalam keterangan I.League.
 

Stadion Kanjuruhan hingga JIS Masuk Daftar Penilaian


Berdasarkan hasil evaluasi, sejumlah stadion yang diajukan klub telah memenuhi tahapan penilaian infrastruktur dalam Club Licensing Cycle 2025/26. Beberapa stadion bahkan diajukan oleh lebih dari satu klub, sementara klub-klub promosi juga telah menyertakan stadion kandangnya sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim baru.
 
Daftar stadion yang telah melalui proses penilaian infrastruktur meliputi:
 
Arema FC – Stadion Kanjuruhan
Bali United FC – Stadion Kapten I Wayan Dipta
Bhayangkara Presisi Lampung FC – Stadion Sumpah Pemuda
Borneo FC Samarinda – Stadion Segiri
Dewa United Banten FC – Banten International Stadium dan Stadion Indomilk Arena
Madura United FC – Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan
Malut United FC – Stadion Kie Raha
Persebaya Surabaya – Stadion Gelora Bung Tomo
Persib Bandung – Stadion Gelora Bandung Lautan Api
Persija Jakarta – Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Jakarta International Stadium
Persijap Jepara – Stadion Gelora Bumi Kartini
Persik Kediri – Stadion Brawijaya
Garudayaksa FC – Stadion Pakansari
Persita Tangerang – Stadion Indomilk Arena
PSS Sleman – Stadion Maguwoharjo
PSIM Yogyakarta – Stadion Sultan Agung
PSM Makassar – Stadion BJ Habibie
Adhyaksa FC – Banten International Stadium
 

Tiga Stadion Masih Dalam Komitmen Renovasi


I.League mencatat beberapa stadion diajukan dengan komitmen renovasi guna memenuhi standar kompetisi profesional.
 
Ketiga stadion tersebut adalah Stadion Segiri Samarinda, Stadion Brawijaya Kediri, dan Stadion Sultan Agung Bantul.
 
Sementara itu, Banten International Stadium dan Stadion Indomilk Arena menjadi dua venue yang diajukan oleh lebih dari satu klub.
 
Adapun Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan Adhyaksa FC tercatat sebagai klub promosi yang ikut dalam proses Club Licensing Cycle 2025/26.
 

Hasil Evaluasi Belum Menjadi Penetapan Final Venue


I.League menegaskan bahwa hasil evaluasi stadion ini belum menjadi keputusan final terkait venue pertandingan musim 2026/27.
 
Penggunaan stadion masih akan melalui tahapan verifikasi lanjutan, inspeksi operasional, serta pemenuhan berbagai persyaratan kompetisi yang berlaku.
 
Status stadion juga dapat berubah mengikuti perkembangan renovasi, peningkatan fasilitas, maupun persyaratan tambahan yang ditetapkan operator kompetisi.
 

Infrastruktur Jadi Kunci Profesionalisme Kompetisi


Menurut Ferry Paulus, peningkatan kualitas stadion menjadi salah satu fondasi utama dalam menghadirkan kompetisi yang lebih profesional.
 
Infrastruktur yang memadai tidak hanya berdampak pada kualitas pertandingan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pemain, ofisial, media, hingga suporter.
 
Melalui proses club licensing ini, I.League berharap seluruh klub terus melakukan pengembangan fasilitas secara berkelanjutan demi mendukung kemajuan sepak bola Indonesia.
 
Dengan semakin banyak stadion yang memenuhi standar kompetisi profesional, kualitas penyelenggaraan Super League 2026/27 diharapkan meningkat dan mampu menghadirkan pengalaman terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan