Ilustrasi sepak bola. (Ann/Pixabay)
Ilustrasi sepak bola. (Ann/Pixabay)

Kapan Sepak Bola Masuk ke Indonesia? Yuk Belajar Sejarah Sepak Bola Indonesia

Friko Simanjuntak • 24 Januari 2023 16:35
Jakarta: Sebagai olahraga yang paling digemari di dunia, sepak bola juga menjadi salah satu olahraga yang populer di Indonesia. Tapi, tahukah kamu kapan sepak bola mulai dimainkan di Indonesia?
 
Menurut catatan sejarah, sepak bola untuk pertama kali dimainkan di Inggris pada abad ke-12.  Namun, lantaran saat itu sepak bola lebih mengarah ke tindak kekerasan akibat diperbolehkan menggunakan tangan, akhirnya Raja Edward III melarang kegiatan sepak bola pada 1365.
 
Sepak bola baru kembali dimainkan di Inggris pada 1815. Kali ini sudah lebih modern, di mana sudah ada aturan resmi yang dibentuk oleh asosiasi sepak bola Inggris (FA). Setelah itu, barulah sepak bola benar-benar lepas landas dan mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia di bawah naungan Federation International de Football Association (FIFA) yang dibentuk pada 21 Mei 1904.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu, bagaimana sejarahnya sepak bola bisa sampai ke Indonesia dan bagaimana kemudian olahraga ini menjadi salah satu yang paling digandrungi oleh masyarakat tanah air? Yuk, kita simak sejarahnya.
 
Sejarah Sepak Bola Indonesia
 
Sejarah sepak bola Indonesia dimulai pada tahun 1914, tepatnya pada masa penjajahan Hindia Belanda. Pada awal perkembangannya, sepak bola hanya dimainkan oleh orang-orang Belanda, terutama di kota-kota besar.
 
Sepak bola kemudian menjalar ke warga lokal yang berada di kota besar. Para pelajar Indonesia juga mulai tertarik bermain sepak bola hingga akhirnya olahraga atau permainan ini bekembang dengan pesat ke banyak pulau di nusantara.
 
Tak hanya sekadar hobi, olahraga sepak bola mulai dianggap serius oleh orang-orang Belanda yang ada di Indonesia. Akhirnya, dibuatlah asosiasi sepak bola pertama di Indonesia yang diberi nama Nederland Indische Voetbal Bond (NIVB).
 
Tak ingin ketinggalan, warga pribumi yang juga menggilai olahraga ini kemudian membuat organisasi sepak bola yang menggunakan Bahasa Indonesia. Antara tahun 1920 dan 1930, ada dua organisasi sepak bola Indonesia, yakni Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) yang lebih dikenal dengan Persis Solo, dan Bandoengsche Indonesische Voetbalbond (BIVB) atau Persib Bandung.
 
Sejarah Awal PSSI
 
Dengan bermunculannya sejumlah organisasi sepak bola di sejumlah daerah, seorang insinyur asal Indonesia, Soeratin Sosrosoegondo akhirnya berinisiatif untuk menyatukannya ke dalam sebuah organisasi sepak bola yang kemudian diberi nama Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia, atau PSSI. Istilah "sepakraga" kemudian diganti dengan "sepak bola" dalam Kongres PSSI di Solo pada 1950.
 
PSSI didirikan di Yogyakarta pada 19 April 1930. Soeratin mengklaim bahwa inisiatifnya mendirikan PSSI adalah untuk melawan diskriminasi Belanda yang dilakukan oleh NIVB. Hal tersebut ia tuangkan dalam bukunya yang berjudul “Melawan Kolonialisme Belanda dengan Sepak Bola Kebangsaan.”
 
Satu tahun setelah didirikan, PSSI kemudian menyelenggarakan kompetisi sepak bola pertamanya pada 1931. Saat itu, tujuh klub lokal anggota PSSI ikut serta dalam kompetisi besutan PSSI yang dikenal dengan nama Studenwerk I. Turnamen perdana tersebut digelar di alun-alun Keraton Solo.
 
Setelah sukses menggelar kompetisi perdananya, PSSI kembali menggelar kompetisi tahunan di sejumlah kota besar Indonesia. Namun, sejumlah aksi militer, seperti pembatasan wilayah dari Jepang hingga Agresi Militer Belanda pasca kemerdekaan, kerap menyulitkan penyelenggaraan turnamen.
 
Pada tahun 1951, enam tahun setelah Indonesia merdeka, PSSI secara resmi mengadakan kompetisi yang dikenal dengan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PSSI. Inilah yang kemudian mengawali bergulirnya kompetisi Indonesia seperti Divisi Utama, Perserikatan, Galatama, Liga Indonesia dan kini Liga 1.
 
Sejak awal dibentuknya PSSI, sepak bola Indonesia memang terus mengalami perkembangan yang pesat dan jadi olahraga paling diminati di seluruh nusantara. Sayangnya, selama sekitar 93  tahun kompetisi sepak bola di Indonesia bergulir, belum ada prestasi yang bisa dibanggakan bangsa Indonesia. Jangankan berbicara di level Asia atau bahkan dunia, di kompetisi level Asia Tenggara saja Indonesia belum pernah jadi juara.
 
Maka dari itu, bertepatan dengan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang akan digelar pada Februari mendatang, kita sebagai pecinta sepak bola tentunya berharap PSSI mendapatkan pemimpin dan anggota federasi yang memiliki niatan luhur untuk memajukan sepak bola Indonesia. Bukan sekadar cari panggung untuk kepentingan politik semata.

 
(KAH)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif