Dua gol Persib yang tercipta di gawang Semen Padang dicetak oleh Ramon de Souza menit ke-32 dan 70.
“Saya minta maaf untuk para suporter dan masyarakat Padang karena kita tidak bisa mendapatkan tiga poin. Ini yang saya sebut bahwa tiap laga adalah berbeda. Kita tahu seperti apa Persib. Setelah pulang dari Yogyakarta (usai laga lawan PSBS Biak), kita sudah siapkan perencanaan lawan Persib. Tapi inilah sepakbola,” kata pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury.
Meski harus menelan kekalahan dua gol tanpa balas, Imran mengaku senang dengan apa yang ditampilkan para pemainnya di laga lawan Maung Bandung.
“Saya bangga pada rekan-rekan pemain yang sudah berjuang. Laga ini adalah laga yang sulit, namun mereka sudah berusaha keras menciptakan peluang,” ucapnya menambahkan.
Berbicara tentang peluang, mantan pelatih Malut United FC itu mengaku jika beberapa peluang Semen Padang memang belum mampu dimaksimalkan untuk menjadi gol yang dinanti.
“Dalam sepakbola, tidak penting berapa peluang yang tercipta, terpenting adalah berapa gol yang bisa dicetak. Kita akan terus memperbaiki diri,” dia menegaskan. Dan untuk laga-laga berikutnya yang makin krusial, Imran Nahumarury memastikan tim akan terus berjuang untuk dapat memberikan yang terbaik hingga laga terakhir,” pungkasnya.
Kekalahan dari Persib membuat Kabau Sirah kini masih berada di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin. Poin ini sama jumlahnya dengan Madura United FC yang ada di peringkat ke-16.
Persaingan untuk lepas dari zona merah sendiri masih begitu ketat karena Persijap Jepara dan Persis Solo yang ada di posisi ke-14 dan 15 saat ini baru mengoleksi nilai 21 serta PSBS Biak di peringkat ke-18 alias juru kunci kini mengoleksi nilai 18.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News