Insiden tersebut terjadi pada pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu, 19 September 2026. Dalam laga tersebut, Persija menang 1-0 atas Java United melalui gol Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-13.
Persija kemudian menyoroti kejadian di sekitar area bangku cadangan kedua tim. Klub menyatakan menyayangkan adanya dugaan provokasi, intimidasi, dan kekerasan selama maupun
setelah pertandingan.
“Persija senantiasa berkomitmen menjaga ketertiban dan kondusivitas dalam setiap pertandingan. Sejalan dengan komitmen tersebut, Persija menyayangkan terjadinya sejumlah tindakan provokasi, intimidasi, serta kekerasan selama dan setelah pertandingan Persija vs Java United FC,” tulis Persija dalam keterangan resminya.
Persija Serahkan Sanksi kepada Komdis PSSI
Persija menilai kejadian tersebut berpotensi mengganggu semangat fair play serta integritas dan independensi penyelenggaraan pertandingan. Klub juga menegaskan komitmennya terhadap nilai sportivitas di lingkungan sepak bola.
“Saat ini, Persija menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian atas insiden tersebut kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku,” tulis Persija.
Persija juga menyatakan percaya proses tersebut dapat dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan fakta dan bukti yang tersedia di lapangan.
“Saya percaya bahwa setiap kejadian dapat diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang tersedia di lapangan,” demikian pernyataan Persija.
Sikap Persija disampaikan setelah beredar video yang memperlihatkan Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Oktavian, berada di sekitar area bangku cadangan Persija.
Dalam rekaman yang beredar, terdengar ucapan yang diarahkan kepada Shin Tae-yong, pelatih Persija Jakarta asal Korea Selatan.
“Kamu di sini itu pendatang! Ini daerah saya,” ujar Resal dalam video tersebut.
Ucapan tersebut kemudian menjadi sorotan dan oleh sejumlah pihak disebut bernada diskriminatif atau xenofobia. Namun, konteks lengkap percakapan tersebut belum diketahui secara utuh berdasarkan potongan video yang beredar.
Karena itu, Persija memilih menyerahkan proses penanganan kepada Komdis PSSI agar insiden tersebut dapat ditelaah berdasarkan fakta, bukti, dan regulasi yang berlaku.
(Muhammad Zaidan Rizky)