PSSI (ANTARA/Hafidz Mubarak)
PSSI (ANTARA/Hafidz Mubarak)

Jadwal Latihan Timnas Molor, PSSI Diminta Transparan

Olahraga timnas indonesia
Gregorius Gelino • 05 Agustus 2020 14:32
Jakarta: Pengamat sepak bola, Estu Santoso, mempertanyakan perilaku PSSI yang tak transparan soal penundaan Training Camp (TC) timnas senior dan U-19. Menurutnya, hal tersebut justru menimbulkan opini liar di masyarakat.
 
Sebelumnya, PSSI menetapkan TC akan digelar pada 23 Juli hingga 8 Agustus. Namun, PSSI menundanya dan disebut akan melakukan TC pada 1 Agustus lalu.
 
Tapi, PSSI kembali mengundur jadwal TC karena ketua PSSI, Mochamad Iriawan, mengungkapkan bahwa para pemain dan ofisial harus melakukan swab tes terlebih dulu. Hingga kini, PSSI belum memastikan kapan TC akan dimulai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kritik banget buat tim media PSSI. Seharusnya dengan kondisi seperti ini (di tengah pandemi covid-19) mereka lebih transparan dan ini bukan masalah menunda atau tidak menunda, kalo itu urusan Shin Tae-yong atau PSSI yang punya program, tapi paling tidak masyarakat menunggu," kata Estu ketika dihubungi medcom.id pada Rabu, 5 Agustus, siang.
 
"Mereka (pemain timnas senior dan U-19) sudah berkumpul sejak tanggal 23 Juli, kalau alasan harus karantina 14 hari, itu masuk akal. Tapi kan ini tidak pernah jelas alasannya apa, dari awal tidak pernah terbuka," bebernya.
 
"Saya tidak dalam posisi menyalahkan atau nyinyir terhadap tim PSSI, terutama medianya. Kenapa selama ini tim media dari PSSI atau pemangku-pemangku sepak bola Indonesia tidak pernah transparan?" ujarnya.
 
Estu mencontohkan transparansi Persib Bandung dalam menangani kasus Wander Luiz. Penyerang asal Brasil tersebut diketahui positif covid-19 pada 27 Maret lalu dan langsung mengumumkannya kepada publik sekaligus memastikan sang pemain menjalani isolasi mandiri.
 
"Contoh kecil aja, Persib Bandung waktu awal-awal Wander Luiz kena covid-19, mereka langsung mengumumkan bahwa ada pemainnya yang kena covid dan akhirnya karantina mandiri hingga sembuh. Semuanya transparan dan terbuka, sekali lagi saya tidak membela Persib, tapi mencontohkan saja," beber Estu.
 
"PSSI ini kan seolah-olah membuat semuanya menebak, bahkan wartawan menebak-menebak. Cara berkomunikasi harus diperbaiki, seolah semua ditutup-tutupi. Ketika ditutup-tutupi, orang-orang akan mengira-ngira dan malah semakin liar," tegasnya.
 
Ia meminta PSSI segera memperbaiki transparansi mereka. Hal itu dibutuhkan agar opini liar tak merebak di masyarakat yang justru dinilai akan semakin membuat citra PSSI negatif.
 
"Transparansi bukan satu-satunya hal yang harus diperbaiki PSSI. Ini seolah-olah persoalan sepele, tapi ini hal yang menurut saya krusial," tutur Estu.
 
"Mungkin bagi mereka ini (transparansi) kecil, tapi bagi masyarakat kita besar. Mungkin media merasa kalau tidak ada berita ya tidak usah diberitakan, tapi masyarakat kan menunggu karena ini kan tim nasional," tutupnya.
 
(ASM)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif