Harry Maguire. (Foto: AFP/Oli Scarff)
Harry Maguire. (Foto: AFP/Oli Scarff)

5 Bintang yang Terancam Dicoret di Piala Dunia 2022

Friko Simanjuntak • 12 September 2022 12:40
Jakarta: Piala Dunia 2022 Qatar akan digulirkan sekitar dua bulan ke depan. Dengan perhelatannya yang sudah di depan mata, para pemain harus membuktikan diri bahwa mereka pantas dipanggil timnas mereka untuk tampil di ajang empat tahunan tersebut.
 
Bermain konsisten sebagai pemain inti di klub dan menunjukkan performa yang gemilang menjadi hal yang mutlak harus dilakukan seorang pemain apabila ingin mendapatkan tempat di skuat timnas pada Piala Dunia 2022 yang rencananya akan digelar mulai 20 November mendatang.
 
Saat ini, negara-negara yang menjadi kontestan Piala Dunia 2022 memang belum mengumumkan para pemain yang akan dipanggil untuk memperkuat timnas mereka. Para pelatih masih memantau para pemain, sebelum akhirnya mengumumkan maksimal 26 pemain yang akan mereka bawa ke Piala Dunia 2022. Biasanya, satu bulan sebelum turnamen para pelatih sudah mengumumkan skuat mereka untuk Piala Dunia 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kondisi ini, maka, para pemain hanya tinggal memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempromosikan diri mereka ke masing-masing pelatih agar dipilih masuk dalam skuat. Pemain berlabel bintang atau pun pemain muda harus bersaing menunjukkan performa terbaik bersama klubnya.
 
Kalau melihat performa sejumlah pemain pada awal kompetisi musim ini, kemungkinan akan ada banyak pemain berlabel bintang yang harus tersingkir dari skuat timnas mereka di Piala Dunia 2022. Hal ini tidak lepas dari performa inkonsisten yang mereka tampilkan. Siapa saja mereka?
 
Berikut 5 pemain bintang yang terancam dicoret dari timnas mereka di Piala Dunia 2022:

5. Dayot Upamecano (Prancis/Bayern Munich)

Bek tengah Prancis Dayot Upamecano berada di bawah tekanan besar untuk masuk dalam skuat Timnas Prancis di Piala Dunia 2022. Hal ini tidak lepas dari performa inkonsisten yang ditampilkannya bersama Bayern Munich di kompetisi Bundesliga musim ini.
 
Upamecano memang tampil sebagai starter dalam enam laga awal Bayern di awal musim ini. Namun, penampilannya sempat dikritik saat Bayern diimbangi Union Berlin (3/9) yang kemudian membuatnya hanya jadi cadangan saat Bayern menang 0-2 atas Inter Milan di matchday 1 Liga Champions, 8 September lalu.
 
Kebetulan, di musim ini Bayern baru merekrut Matthijs De Ligt dari Juventus yang tentunya membuat persaingan untuk mendapatkan tempat inti di Bayern kian ketat. Selain De Ligt, Upamecano juga harus bersaing dengan kompatriotnya, Lucas Hernandez yang dipercaya pelatih Julian Nagelsmann bertandem dengan De Ligt saat laga melawan Inter.
 
Tak hanya di klub, Upamecano juga harus bersaing dengan Raphael Varane (Manchester United), Lucas Hernandez, Jules Kounde (Barcelona), William Saliba (Arsenal) dan Ibrahima Konate (Liverpool) untuk mendapatkan kepercayaan dari pelatih Didier Deschamps menuju Piala Dunia 2022. Untuk tiga nama pertama, mereka masuk dalam skuat Prancis di Euro 2020.
 
Upamecano sendiri tidak masuk dalam skuat timnas Prancis di Euro 2020 yang digelar tahun 2021. Padahal, ia sudah memainkan debut di timnas pada 2020. Dan jelang Piala Dunia 2022, Upamecano hanya dua kali tampil untuk Prancis di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa.

4. David de Gea (Spanyol/Manchester United)

David de Gea tidak diragukan lagi merupakan salah satu kiper terbaik di dunia. Namun, dalam beberapa musim terakhir, kiper Manchester United ini mulai menunjukkan penurunan performa dan di saat bersamaan timnas Spanyol memiliki beberapa penjaga gawang yang menunjukkan performa impresif.
 
Pelatih Spanyol, Luis Enrique dalam beberapa tahun terakhir bahkan lebih mempercayakan posisi kiper kepada Unai Simon. Pada Euro 2020, kiper Athletic Bilbao ini bahkan jadi pilihan utama, sedangkan De Gea hanya jadi pelapis dan tidak sekalipun tampil.
 
Selain Unai Simon, Enrique juga memiliki dua kiper lain yakni Robert Sanchez (Brighton and Hove Albion) dan David Raya (Brentford). Kedua kiper itu juga merupakan kiper utama di klubnya masing-masing. Dan kebetulan, tim yang dibela De Gea kalah dari dua tim yang diperkuat Sanchez dan Raya di Liga Primer Inggris musim ini.
 
De Gea sejauh ini masih jadi andalan MU dalam tujuh laga yang mereka mainkan di semua kompetisi. Sayangnya, penampilan kiper 31 tahun kurang menjanjikan. Gawang De Gea sejauh ini sudah kebobolan sembilan gol.
 
Jika tidak ada perubahan signifikan, besar kemungkinan De Gea terancam dicoret dari skuat Timnas Spanyol di Piala Dunia 2022 nanti.

3. Harry Maguire (Inggris/Manchester United)

Menyandang predikat sebagai kapten, Harry Maguire tak lantas mendapatkan “imunitas” dalam proses promosi dan degradasi di Timnas Inggris. Apalagi, dalam beberapa musim terakhir bek Manchester United itu menunjukkan performa yang jauh dari kata menjanjikan.
 
Usai dibeli MU dari Leicester City dengan mahar 87 juta euro pada Agustus 2019, Maguire terlihat kesulitan menunjukkan kualitasnya sebagai bek termahal di dunia. Bukannya menunjukka performa solid, pemain 29 tahun ini justru kerap jadi bahan cemoohan karena blunder-blunder yang kerap dilakukannya.
 
Musim ini, seiring dengan kedatangan Erik Ten Hag di kursi pelatih MU, Maguire mulai kehilangan tempatnya di posisi inti. Terlebih, Ten Hag juga membawa mantan anak asuhnya di Ajax, Lisandro Martinez untuk bergabung ke Old Trafford musim panas ini.
 
Maguire sejauh ini baru bermain tiga kali dari total tujuh pertandingan yang dilakoni Setan Merah musim ini. Ten Hag tampaknya lebih percaya kepada Lisandro Martinez dan Raphael Varane untuk mengawal jantung pertahanan MU.
 
Andai situasinya tidak berubah, Maguire berpotensi besar kehilangan tempatnya di skuat inti Timnas Inggris, atau lebih buruk lagi, dicoret dari skuat untuk Piala Dunia 2022. Kebetulan, beberapa pendukung Inggris juga mulai menyuarakan agar Southgate memasukkan nama Fikayo Tomori dalam skuat.
 
Penampilan Tomori dalam beberapa musim terakhir ini memang sangat mengesankan. Sejak dipinjam AC Milan dari Chelsea kemudian dipermanenkan, Tomori berhasil membuktikan bahwa ia adalah salah satu bek terbaik di dunia. Musim lalu, ia merupakan salah satu aktor utama dibalik kesuksesan Milan merebut trofi scudetto Liga Italia.

2. Philippe Coutinho (Brasil/Aston Villa)

Karier Philippe Coutinho sempat kembali “bangkit” setelah ia bergabung dengan Aston Villa dengan status pinjaman pada Januari 2022. Bermain 19 laga, Coutinho melesakkan lima gol dalam setengah musim bersama Villa.
 
Sayangnya, setelah mendapatkan kontrak permanen di musim panas ini, Coutinho justru menunjukkan performa lesu. Dari enam laga awal musim ini, Coutinho tiga kali dipercaya sebagai starter dan sisanya masuk dari bangku cadangan. Ia belum mencetak gol sejauh ini.
 
Untuk bisa memperjuangkan tempatnya di skuat Timnas Brasil pada Piala Dunia 2022 nanti, Coutinho harus segera menemukan bentuk permainan terbaiknya. Pasalnya, pelatih Selecao Tite masih cukup mempercayai Coutinho yang diberi kesempatan tampil dalam enam laga kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL.
 
Namun, Tite juga tak menutup mata bahwa persaingan di posisi gelandang serang Brasil cukup sengit. Selain Coutinho, pemain seperti Bruno Guimaraes (Newcastle United) dan Lucas Paqueta (Olympique Lyon) saat ini menunjukkan performa yang lebih baik dari mantan pemain Liverpool, Barcelona dan Bayern Munich itu.

1. Trent Alexander-Arnold (Inggris/Liverpool)

Trent Alexander-Arnold memang masih jadi andalan pelatih Liverpool di posisi bek kanan. Sejauh ini, ia selalu tampil sebagai starter dalam tujuh laga dan mengemas satu gol. Dengan statistik ini, apa yang lantas membuat posisi Trent di timnas Inggris pada Piala Dunia 2022 terancam?
 
Meski berstatus pemain inti di Liverpool, namun di timnas Inggris posisi Trent Alexander-Arnold masih abu-abu. Pada gelaran Euro 2020 yang digelar tahun lalu, Trent tidak dibawa pelatih Gareth Southgate, meski sang pemain sukses membantu Liverpool memenangi Liga Champions dan Liga Primer Inggris. Saat itu, Southgate lebih memilih Kyle Walker dan Kieran Trippier untuk mengisi posisi bek kanan.
 
Pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa, Trent juga hanya tiga kali tampil untuk skuat Tiga Singa. Dan di tahun ini, dari beberapa laga uji coba yang dilakoni Inggris, pemain 23 tahun tersebut hanya memainkan satu pertandingan.
 
Di luar faktor pelatih, di musim ini performa Trent Alexander-Arnold juga kerap mendapatkan kritikan. Meski faktanya ia sudah mencetak satu gol, namun Trent dinilai tidak banyak membantu tim, terutama ketika transisi dari menyerang ke bertahan. Hal ini harus segera dibenahinya apabila ingin bersaing dengan Kyle Walker (Manchester City), Kieran Trippier (Newcastle United) dan Reece James (Chelsea) untuk mendapatkan posisi di timnas Inggris pada Piala Dunia 2022 nanti.
    
 

 
 
 
(ASM)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif