Spanduk Diego Maradona di markas Napoli: Foto: AFP/ROBERTO SALOMONE
Spanduk Diego Maradona di markas Napoli: Foto: AFP/ROBERTO SALOMONE

Soccertainment

Maradona Catat Sejarah di Sejumlah Klub yang Dibela

Olahraga soccertainment sepak bola liga dunia Diego Maradona
rizkiyanuardi • 26 November 2020 00:30
Jakarta: Diego Armando Maradona, pemain kelahiran Lanús, Provinsi Buenos Aires, Argentina, pada 30 Oktober 1960, meninggal di Tigre, Provinsi Buenos Aires, Argentina, 25 November 2020 pada umur 60 tahun akibat serangan jantung.
 
Pemain yang sempat dijuluki 'Si Boncel" oleh media ini diyakini sebagai salah satu pesepak bola, terbesar yang pernah ada.
 
Sepanjang karirnya untuk Timnas Argentina, Maradona tampil sebanyak 91 kali dan mencetak 34 gol. Maradona termasuk dalam deretan pemain sepak bola terbaik abad ini bersama dengan Pele, Johan Cruyff dan Christian Vieri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maradona lahir dalam kemiskinan pada tanggal 30 Oktober 1960 di Lanús, tetapi menghabiskan masa kecilnya di Villa Fiorito. Dia adalah anak ke 4 dari 6 bersaudara.
 
Pada usia 10 tahun, bakat sepak bolanya ditemukan pemandu bakat klub Agentinos Juniors. 2 tahun kemudian dia menjadi maskot klub tersebut bernama Los Cebollitas (Bawang Kecil), yang mana dia bertugas untuk menghibur penonton dengan keterampilan sepak bolanya saat jeda pertandingan pada kompetisi divisi utama Argentina, Argentinos Juniors.
 
Bakatnya tercium sampai ke Inggris saat klub Sheffield United mencoba mentransfernya seharga 180.000 poundsterling. Proposal itu ditolak Argentinos Juniors. Setahun kemudian, ia melakukan debut internasional bersama Timnas Argentina. Pada tahun 1981, ia dibeli dari klub Boca Juniors seharga 1 juta poundsterling, di mana ia menjadi juara liga untuk pertama kalinya.
 
Setelah Piala Dunia FIFA 1982, Maradona ditransfer ke FC Barcelona seharga 5 juta pounsterling, yang merupakan rekor dunia transfer pada saat itu. Di sana, bersama pelatih César Luis Menotti, Maradona memenangkan Copa del Rey, mengalahkan musuh bebuyutan FC Barcelona, Real Madrid, dan Piala Super Spanyol, mengalahkan Athletic de Bilbao.
 
Kariernya di FC Barcelona mengalami beberapa kendala, pertama adalah ketika Maradona divonis mengidap penyakit hepatitis, kemudian cedera engkel yang parah akibat tekel keras oleh pemain Athletic de Bilbao, Andoni Goikoetxea di mana hampir mengakhiri kariernya dalam dunia sepak bola. Dia juga kerap bersitegang dengan Presidan klub Josep Lluís Núñez.
 
Maradona kemudian hijrah ke Napoli, klub Liga Italia Serie A. Maradona ditransfer ke SSC Napoli pada tahun 1984 dan mencapai puncak kariernya dalam sepak bola. Si Boncel sukses membawa tim tersebut menjadi juara Serie A untuk kali pertama dalam sejarah Napoli (1986/87 dan kemudian 1989/1990).
 
Diego juga membantu Napoli menjadi runner up Serie A pada tahun 1987/88 dan 1988/89. Dan juga membantu Napoli menjuarai Piala Italia pada tahun 1987. Setahun kemudian (musim 88/89), Napoli mengalahkan Vfb Stuttgart untuk menjadi juara Piala UEFA.
 
Namun, dibalik kehebatannya tersebut, justru di Italia Maradona semakin terpuruk dalam dunia hitam. Kebiasaannya mengonsumsi kokain semakin memburuk dan berkali-kali didenda oleh kubnya karena tidak tampil dalam latihan maupun pertandingan dengan alasan stress.
 
Sejak itu, karir Maradona mengalami kemunduran. Usai dari Napoli, Maradona sempat memperkuat Sevilla, Newells Old Boys, dan Boca Juniors sebelum memutuskan pensiun. Maradona pernah terbukti menggunakan doping pada tahun 1991 dan dilarang bermain sepak bola selama 15 bulan.
 
Setelah bebas, ia melakukan comeback bersama Sevilla, namun dipecat setahun kemudian. Ia lalu kembali ke Argentina dan bermain bersama Newell's Old Boys selama 5 pertandingan sebelum lagi-lagi dilarang bermain selama 15 bulan karena kembali diketahui doping saat Piala Dunia 1994 berlangsung.
 
Setelah pensiun, ia sempat menjadi pelatih bagi Deportivo Mandiyú (1994) dan Racing Club (1995) dan mencoba melanjutkan karier bermain bersama Boca Juniors antara tahun 1995 dan 1997, ia akhirnya pensiun pada 30 Oktober 1997. Maradona juga pernah melatih Timnas Argentina mulai November 2008 sampai Juli 2010.(wikipedia)
 
Video: Kondisi Diego Maradona Usai Operasi Otak

 
(RIZ)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif