Presiden FIFA justru menegaskan Iran akan tetap tampil. “Iran pasti akan datang. Kami berharap situasi saat itu sudah lebih damai, itu tentu akan membantu,” ujar Infantino dalam sebuah forum ekonomi di Washington DC, Rabu, 15 April 2026.
Ia menambahkan, Iran berhak tampil tampil karena mereka sudah lolos. “Mereka mewakili rakyatnya, mereka sudah lolos, dan para pemain ingin bermain," sambungnya.
Berdasarkan jadwal, timnas Iran akan menjalani seluruh laga Grup G di Amerika Serikat. Dua pertandingan dijadwalkan berlangsung di Los Angeles dan satu di Seattle. Sementara itu, tim akan bermarkas di Tucson, Arizona, selama turnamen berlangsung.
Iran sempat minta laga dipindah ke Meksiko
Partisipasi Iran sebelumnya sempat dipertanyakan menyusul konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari.
Sebelum muncul wacana boikot, federasi Iran juga sempat mengajukan permintaan agar seluruh pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko. Namun permintaan tersebut ditolak oleh FIFA.
Kehadiran Iran di tengah situasi global yang kompleks menjadi tantangan bagi FIFA untuk menjaga netralitas sepak bola dari konflik politik, sekaligus memastikan prinsip inklusivitas tetap terjaga.
Infantino menegaskan FIFA akan terus berupaya menjaga sepak bola tetap berada di luar ranah politik.
“Olahraga seharusnya berada di luar politik. Jika tidak ada pihak lain yang membangun jembatan, maka kami akan melakukannya,” katanya.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi bersejarah dengan format baru yang melibatkan 48 tim dan dijadwalkan mulai bergulir pada Juni mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News