Dua gol kemenangan Nigeria dicetak Awawu Bashiru pada menit ke-39 dan Oluebube Umejiaku pada menit ke-47. Jepang sempat memperkecil ketertinggalan melalui Fuki Ito pada menit ke-80, tetapi tidak mampu menyamakan kedudukan hingga pertandingan berakhir.
Keberhasilan ini menjadi gelar pertama Nigeria sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia Wanita U-17. Lebih dari itu, Flamingos juga mengukir pencapaian istimewa sebagai negara Afrika pertama yang berhasil menjuarai turnamen tersebut.
Awawu Bashiru Buka Keunggulan Nigeria
Nigeria dan Jepang tampil dengan ambisi besar dalam pertandingan final. Kedua tim sama-sama berusaha mengendalikan permainan demi membuka peluang menjadi juara dunia.
Nigeria akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-39. Awawu Bashiru melepaskan tembakan jarak jauh yang gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper Jepang, Kou Kadowaki. Bola terlepas dan masuk ke gawang sehingga Flamingos unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi modal penting bagi Nigeria untuk memasuki babak kedua dengan keunggulan.
Flamingos tidak membutuhkan waktu lama untuk menggandakan skor. Baru dua menit babak kedua berjalan, tepatnya pada menit ke-47, Oluebube Umejiaku berhasil mencetak gol kedua Nigeria.
Keunggulan 2-0 membuat Nigeria berada dalam posisi yang lebih nyaman. Namun, Jepang belum menyerah dan terus berusaha mengejar ketertinggalan.
Jepang Perkecil Ketertinggalan, Nigeria Bertahan
Jepang akhirnya mendapatkan gol pada menit ke-80 melalui Fuki Ito. Gelandang tersebut memanfaatkan bola muntah untuk memperkecil skor menjadi 1-2.
Gol itu membuat pertandingan kembali menegangkan. Jepang berusaha memanfaatkan waktu yang tersisa untuk mencari gol penyeimbang, sementara Nigeria berupaya mempertahankan keunggulannya.
Flamingos mampu melewati tekanan pada menit-menit akhir. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Nigeria.
Hasil tersebut memastikan Nigeria membawa pulang trofi Piala Dunia Wanita U-17 2026 sekaligus mengakhiri dominasi negara-negara dari luar Afrika dalam daftar juara turnamen ini.
Nigeria Bangkit dari Kekalahan di Laga Pembuka
Gelar juara ini terasa semakin istimewa karena perjalanan Nigeria di Maroko tidak dimulai dengan hasil positif.
Flamingos justru kalah 1-2 dari Polandia pada pertandingan pembuka fase grup. Namun, kekalahan tersebut tidak membuat mereka kehilangan arah.
Nigeria kemudian bangkit dan melanjutkan perjalanan dengan serangkaian kemenangan. Mereka melewati Puerto Rico, mengalahkan Korea Utara yang berstatus juara bertahan, serta menyingkirkan Meksiko dan Venezuela sebelum memastikan tiket final.
Pada semifinal, Nigeria tampil meyakinkan dengan mengalahkan Brasil 3-1. Queen Joseph membuka keunggulan, sedangkan Awawu Bashiru mencetak dua gol untuk memastikan kemenangan dan tiket ke partai puncak.
Kemenangan atas Jepang membuat Nigeria menuntaskan perjalanan luar biasa tersebut dengan lima kemenangan beruntun setelah kekalahan pada laga pertama.
FIFA mencatat Nigeria sebagai tim pertama dalam sejarah Piala Dunia Wanita U-17 yang sempat kalah pada pertandingan pembuka, tetapi kemudian bangkit untuk menjadi juara.
Gelar Bersejarah bagi Sepak Bola Afrika
Keberhasilan Nigeria juga menjadi tonggak penting bagi sepak bola putri Afrika. Sebelum edisi 2026, belum pernah ada negara dari benua tersebut yang mampu mencapai puncak turnamen Piala Dunia Wanita U-17.
Prestasi terbaik Nigeria sebelumnya adalah menempati posisi ketiga pada edisi 2022. Kali ini, Flamingos berhasil melampaui pencapaian tersebut dengan merebut gelar juara.
Kemenangan atas Jepang sekaligus menegaskan kualitas generasi muda sepak bola putri Nigeria. Mereka tidak hanya mampu mengatasi tekanan pada pertandingan final, tetapi juga menunjukkan mentalitas kuat setelah memulai turnamen dengan kekalahan.