Tarif ini jauh melampaui harga tiket normal yang hanya USD12,90 (sekitar Rp200 ribu), menjadikannya lebih dari sebelas kali lipat lebih mahal dari tarif reguler. Kebijakan ini menjadi beban finansial terbaru yang harus ditanggung para penggemar selama berlangsungnya turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Ketegangan Pemerintah dengan FIFA
Harga tiket ini pertama kali diungkap oleh The Athletic, dalam serangkaian laporan awal pekan ini, yang langsung memicu perselisihan antara Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, dan FIFA.Laporan tersebut mengungkapkan bahwa telah diambil keputusan untuk membebankan biaya operasional sebesar USD48 juta (sekitar Rp823 miliar) kepada para penonton Piala Dunia, bukan kepada pembayar pajak lokal New Jersey.
Gubernur New Jersey tersebut secara tegas mendesak FIFA untuk ikut menanggung beban biaya transportasi penggemar. Ia menyoroti bahwa dalam kesepakatan yang ada, federasi sepak bola dunia tersebut tidak mengeluarkan dana transportasi meskipun diproyeksikan meraup pendapatan hingga USD11 miliar (sekitar Rp188 triliun) dari turnamen besar ini.
"Kami menginginkan pembagian biaya yang adil. Jika FIFA tidak berkontribusi, kami tidak akan membebankan biaya operasional ini kepada warga New Jersey yang bergantung pada layanan kami setiap hari," ujar Sherrill dikutip melalui The Athletic.
Bus Alternatif Diluncurkan
Sebagai respons atas sorotan publik, komite tuan rumah Piala Dunia mengumumkan penyediaan layanan bus alternatif dengan tarif USD80 (sekitar Rp140 ribu) per kursi. Namun, tidak ada potongan harga bagi anak-anak, lansia, maupun penyandang disabilitas, ketentuan yang sama juga berlaku pada layanan kereta NJ Transit.Tiket layanan bus telah mulai dijual sejak 17 April, sementara tiket kereta baru tersedia mulai 13 Mei dan wajib dipesan terlebih dahulu oleh penonton.
Dinamika Pengaturan Penumpang
Berdasarkan rencana operasional, sebanyak 40.000 penumpang diprediksi akan menggunakan moda kereta api, sementara 10.000 lainnya menggunakan bus. Sekitar 6.000 orang diperkirakan memanfaatkan layanan ride-sharing, dan lebih dari 20.000 orang merupakan tamu VIP atau pemegang paket hospitality FIFA.Layanan transportasi umum menjadi krusial mengingat kapasitas parkir di Stadion MetLife akan dipangkas secara drastis dari 23.000 slot demi alasan keamanan internasional. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, NJ Transit akan merekrut ratusan petugas tambahan guna mengarahkan penonton dari berbagai negara.
CEO NJ Transit, Kris Kolluri, meminta masyarakat setempat untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan guna membantu mengelola arus penumpang di New York City dan New Jersey selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News