Ketum PSSI Erick Thohir (tengah) mengecek persiapan Stadion I Wayan Dipta sebagai lokasi laga Piala Dunia U-20. (Foto:  Dok. PSSI)
Ketum PSSI Erick Thohir (tengah) mengecek persiapan Stadion I Wayan Dipta sebagai lokasi laga Piala Dunia U-20. (Foto: Dok. PSSI)

Jelang Piala Dunia U-20, Erick Thohir: Persiapan di Bali Baik-baik!

Kautsar Halim • 12 Maret 2023 21:41
Jakarta: Erick Thohir menutup rangkaian kunjungan hari kedua ke venue Piala Dunia U-20 dengan mendatangi Bali untuk memeriksa fasilitas Stadion Kapten I Wayan Dipta. Dia datang dengan status sebagai Menteri BUMN, Ketum PSSI dan Ketua Panitia Penyelenggara (LOC) Piala Dunia U-20 2023.
 
Selain menghelat sejumlah pertandingan, Pulau Dewata juga dipercaya menjadi tempat drawing atau pengundian pertandingan fase grup Piala Dunia U-20 2023. Rencananya, acara tersebut bakal terselenggara di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Center, Denpasar, pada 31 Maret mendatang. 
 
Menanggapi itu, Erik berharap timnas Indonesia U-20 mendapat hasil undian yang baik dan bisa bersaing dalam turnamen. Terlebih, setelah dia mengetahui Garuda Nusantara hanya kalah dari Irak ketika gugur di fase grup Piala Asia U-20 beberapa waktu lalu.

"Kita berdoa bersama agar hasil undian tim Indonesia bagus. Kita berharap timnas U-20 bisa berprestasi bagus dan lolos fase penyisihan grup. Penampilan di Piala Asia U-20 di Uzbekistan lumayan, kita hanya kalah dari Irak. Tren positif perlu dijaga," ujar Erick seperti tertuang dalam laman resmi PSSI.
 
Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi salah satu venue pertandingan Piala Dunia U-20 yang saat ini masih dalam proses renovasi. Demi mempercepat pengerjaannya, Bali United yang bermarkas di sana juga rela pindah kandang ke Sleman apabila mendapat jadwal menjadi tuan rumah Liga 1 Indonesia 2022--2023.
 
"Sesuai tupoksinya PSSI menyiapkan timnas. Domain penyelenggaraan domain pemerintah pusat dan daerah yang telah meneken kontrak goverment guarantee dan host city agreement. Kami ingin memastikan tidak ada kekecewaan masyarakat Indonesia, yang sangat menggebu-gebu dengan adanya Piala Dunia U-20 di Indonesia. Ini event terbesar kedua FIFA, yang akan menjadi jalan sukses untuk kepentingan bidding tuan rumah Piala Dunia 2034," jelas Erick.
 
"Kami dari PSSI menganggap Piala Dunia U-20 penting, jadi harus tolong menolong. Apalagi, Bali adalah jantung pariwisata Indonesia dan ajang ini jadi sentral ekonomi wisata. Jangan sampai terlena tidak meningkatkan nilai kompetitif, termasuk pariwisata olahraga," tambahnya. 
 
"Banyak infrastruktur sedang dibangun di Bali, termasuk olahraga. Nanti akan berkembang dengan sendirinya. Contoh, jika fasilitas sepak bola di Bali bagus, akan banyak tim-tim luar negeri datang menggelar sesi latihan. Jadi ini tidak menyangkut Piala Dunia U-20 saja," lanjut Erick. 
 
Erick yakin Bali bisa melalui dengan baik penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Sebab sebelumnya, Bali juga sukses menjadi tuan rumah untuk acara KTT G20 dan ASEAN Summit.
 
Kementerian PUPR terlibat aktif dalam proses perbaikan stadion. Mereka pun berkolaborasi dengan pengelola serta Pemda Bali untuk merawat rumput yang menjadi fokus utama. Dalam prosesnya, rumput lapangan di sana dipangkas sampai akar agar nanti tumbuh tunas baru. Leveling rumput juga ditata ulang supaya lebih rata dan penanaman rumput baru juga berjalan lancar. 
 
Ada beberapa ruangan yang dikonstruksi ulang sesuai permintaan FIFA. Instalasi pemasangan CCTV dilakukan di berbagai ruangan untuk kepentingan keamanan. Kapasitas stadion tidak perlu ditambah, tapi harus dipasang single seat atau tempat duduk tunggal di area tribune agar memenuhi standar FIFA.
 
Penambahan atap stadion di area VIP juga perlu dilakukan dan pihak Kementerian PUPR siap menambah 5 ribu kursi. Untuk sisa kekurangannya, akan ditangani oleh Pemda Bali dan pengelola stadion. 
 
Persiapan lain yang tak kalah penting, yaitu menyangkut pemeliharaan jalur kelistrikan. PLN membuat jalur multiguna dan jalur khusus karena selama ini daya listrik mengandalkan genset pengelola stadion.
 
PLN Induk Distribusi (UID) Bali pun menambah suplai listrik sebagai pasokan cadangan selama perhelatan Piala Dunia U-20 dan memperkirakan butuh sebesar 1.805 Mega Volt Ampere (MVA) untuk penerangan di lapangan, papan skor, perimeter board, ruang server, media center, serta tribune VIP.
 
"Persiapan di Bali, saya rasa baik-baik. Tinggal kita dorong bagaimana penyelesaiannya. Misal, permintaan tambahan lahan parkir. Kementerian PUPR punya komitmen untuk menuntaskan. Demikian pula pemerintah daerah yang dapat tambahan pekerjaan baru. Semoga pada bulan April semua beres. Urusan lain seperti CCTV dan beberapa lainnya relatif aman," papar Erick.
 
Erick juga mengungkapkan kesiapan kepolisian mengatur lalu lintas kendaraan saat kedatangan FIFA. "Supaya ketika FIFA hadir melakukan verifikasi lancar, persiapan sejak jauh-jauh hari dilakukan. Kepolisian kemungkinan akan memberlakukan lalu lintas satu arah untuk mengurangi beban kendaraan." tambahnya.
 
Erick mengungkapkan World Cup U-20 bisa jadi momentum meningkatkan standar sepak bola negara kita. “Di enam stadion akan dipasang fasilitas VAR. Kita berharap setelah melihat sistem kerjanya, kita bisa memakainya usai Piala Dunia U-20. Daripada usai turnamen fasilitas dicopot, kalau memungkinkan kita beli sekalian. Tapi ini tentu harus dapat persetujuan FIFA. Doakan saja,“ terang pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut.
 
Dalam kunjungannya, Erick didampingi oleh Zainuddin Amali (Menpora), Ratu Tisha (Wakil Ketua Umum PSSI), serta jajaran pengurus PSSI dan LOC. Selain itu, turut hadir juga Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.
 
Selain mengecek stadion, Erick dan tim juga bertemu berbagai elemen kelompok suporter wilayah setempat di di Bali United Cafe. Tujuannya, untuk bertukar pikiran tentang bagaimana caranya para penggila bola Pulau Dewata bisa ikut memeriahkan dan menyuksesekan Piala Dunia U-20.
 
Piala Dunia U-20 2023 dijadwalkan bergulir di Indonesia pada 21 Mei hingga 11 Juni mendatang. Selain Bali, turnamen yang diikuti 24 negara ini akan terselenggara juga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Gelora Sriwijaya (Palembang), Stadion Manahan (Solo) dan Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya). Sementara itu, FIFA akan melakukan pengecekan akhir terhadap seluruh stadion yang bakal digunakan pada interval 21-27 Maret.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan