Pemain tersebut adalah Lamine Yamal.
Spanyol menang 2-1 atas Kroasia di Stadion Poljud, Split, Rabu 7 Oktober dini hari WIB. Tertinggal lebih dulu lewat gol Ivan Perisic, La Roja bangkit melalui dua gol Mikel Merino pada babak kedua.
Kemenangan tersebut memperpanjang rekor tidak terkalahkan Spanyol menjadi 42 pertandingan sekaligus memastikan mereka lolos ke perempat final Nations League.
Meski Spanyol meraih tiga poin, Yamal justru meninggalkan lapangan dengan sedikit kekecewaan.
Yamal Kesal karena Tak Mencetak Gol
Pedri mengungkapkan bahwa Yamal sebenarnya tampil cukup baik dalam pertandingan tersebut. Namun, winger Barcelona itu kecewa karena gagal memaksimalkan peluang yang didapatnya.
"Dia menjalani pertandingan yang bagus. Dia hanya kurang dalam penyelesaian akhir," kata Pedri seperti dikutip dari Marca.
Yamal memang sempat mendapatkan peluang untuk mencetak gol. Salah satunya terjadi menjelang akhir babak pertama setelah menerima umpan terobosan dari Pedri. Namun, usaha Yamal hanya mengenai sisi luar jala gawang Kroasia.
Situasi tersebut rupanya membuat Yamal cukup frustrasi.
Pedri menyebut pemain berusia 19 tahun itu memiliki tuntutan yang sangat tinggi terhadap dirinya sendiri. Yamal ingin selalu mencetak gol atau memberikan kontribusi langsung bagi tim.
"Dia adalah pemain yang menuntut banyak dari dirinya sendiri. Dia selalu ingin mencetak gol, selalu ingin memberikan sesuatu kepada tim," ujar Pedri.
Pedri: Yamal Tetap Beri Dampak Besar
Menurut Pedri, kegagalan mencetak gol tidak berarti Yamal tampil buruk.
Justru, kehadiran Yamal di sisi kanan membuat pertahanan Kroasia harus memberikan perhatian ekstra. Pergerakan dan kemampuan satu lawan satu pemain Barcelona tersebut membuat sejumlah pemain lawan harus berkonsentrasi untuk menghentikannya.
"Meski dia tidak mencetak gol atau memberikan assist, dia tetap banyak berkontribusi karena menarik banyak pemain lawan," kata Pedri.
Pedri bahkan menyebut Yamal sebagai pemain yang berbeda dari kebanyakan pemain lainnya.
"Dia pemain yang berbeda dan memberikan banyak hal kepada kami. Untungnya kami memilikinya di tim nasional dan di Barcelona," lanjut Pedri.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, pemain muda Barcelona itu memang sedang berada dalam performa impresif. Sebelum menghadapi Kroasia, Yamal mencetak gol dalam tiga penampilan internasional beruntun dan mengoleksi tiga gol serta satu assist dalam periode tersebut.
Spanyol Tetap Sempurna di Nations League
Terlepas dari kekecewaan pribadi Yamal, Spanyol tetap mendapatkan hasil maksimal dari lawatan ke Split.
Kroasia lebih dulu unggul pada menit ke-17 melalui Perisic. Spanyol kemudian meningkatkan tekanan setelah jeda dan berhasil menyamakan kedudukan melalui Merino pada menit ke-61.
Kroasia semakin kesulitan setelah Perisic menerima kartu merah. Kondisi tersebut dimanfaatkan Spanyol untuk terus menekan hingga akhirnya Merino mencetak gol keduanya pada menit ke-89.
Kemenangan itu membuat Spanyol mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan di Grup A3. Mereka menyapu bersih seluruh laga pada jendela internasional kali ini dan memastikan tiket ke perempat final Nations League.