Mantan pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri. (Foto: Instagram @indrasjafri_coach)
Mantan pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri. (Foto: Instagram @indrasjafri_coach)

Indra Sjafri Menilai Taktik Timnas Indonesia Masih Perlu Diperbaiki

Alfa Mandalika • 29 September 2026 23:38
Ringkasnya gini..
  • Indra Sjafri memberi nilai 7,5 untuk mental Timnas Indonesia setelah bermain dengan 10 pemain saat menghadapi Malaysia.
  • Ia menilai sistem permainan Indonesia mendapat nilai 6 karena terlalu banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang.
  • Indra meminta Indonesia memperbaiki taktik sebelum menghadapi Bangladesh untuk menjaga peluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Jakarta: Mantan pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, memberikan penilaian atas hasil imbang 0-0 yang diraih Skuad Garuda saat menghadapi Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9) malam WIB.

Indra Sjafri mengapresiasi daya juang para pemain Timnas Indonesia yang harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-37, usai Thom Haye menerima kartu merah setelah melanggar pemain Malaysia, Arif Aiman.

"Nilai dari saya, 7,5 untuk mental, dan nilai 6 untuk sistem permainan," ujar Indra Sjafri seperti dikutip dari berbagai sumber, Selasa (29/9/2026).

Nilai 7,5 diberikan pelatih berusia 63 tahun tersebut untuk mental karena lini pertahanan Indonesia mampu menahan serangan Malaysia sepanjang babak kedua.
 
Maarten Paes melakukan sejumlah penyelamatan penting. Ia juga mendapat dukungan dari Elkan Baggott di lini belakang serta clearance krusial dari Justin Hubner di garis gawang pada akhir pertandingan.

"Kalau dengan 10 pemain sejak menit 37 sampai 90 lebih, kita tidak kebobolan, itu luar biasa. Itu menunjukkan mental dan perjuangan yang sangat kuat," paparnya.
 

Indra Sjafri Nilai Taktik Timnas Masih Perlu Diperbaiki


Meski mengapresiasi mental para pemain, Indra Sjafri menilai sistem permainan Timnas Indonesia masih perlu diperbaiki. Menurutnya, bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit tidak seharusnya membuat Indonesia hanya menumpuk pemain di area pertahanan.

"Untuk sistem saya beri nilai 6. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus kita perbaiki," ucap Indra Sjafri.
 
Mantan pelatih timnas U-23 itu menilai evaluasi taktik penting agar Indonesia memiliki mekanisme bertahan yang tetap memungkinkan tim melakukan pressing dan keluar dari tekanan lawan.

"Yang paling penting, saya memberikan apresiasi kepada pemain. Mereka berjuang, disiplin, dan tidak menyerah. Itu harus kita hargai," tuturnya.

"Setelah itu baru kita evaluasi. Bagaimana menghadapi lawan dengan kualitas yang berbeda? Bagaimana saat kita kehilangan satu pemain? Bagaimana tim tetap bisa keluar dari tekanan dan melakukan pressing? Itu yang harus terus dikembangkan," jelasnya.
 

Indonesia Wajib Maksimalkan Laga Terakhir Fase Grup


Timnas Indonesia akan menghadapi Bangladesh pada laga terakhir fase grup di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis, 1 Oktober 2026.

Skuad Garuda wajib meraih kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Hanya juara masing-masing grup yang berhak melaju ke partai puncak.
 
Tim asuhan John Herdman juga membutuhkan kemenangan dengan selisih gol besar. Saat ini, Indonesia masih kalah dalam produktivitas gol dari Malaysia yang pada laga terakhir akan menghadapi Singapura.

“Jadi, saya puji perjuangannya. Mental pemain luar biasa. Tetapi jangan berhenti di situ. Kita harus belajar dari pertandingan ini supaya sistem kita semakin matang," pungkasnya.

(Ahmad Raul)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan