Baca juga: Hasil Piala Dunia 2026: Ayari Bersinar, Swedia Hancurkan Tunisia
Etos kerja dan stamina yang tinggi, Ayari dipercaya sebagai gelandang box to box oleh pelatih Swedia, Graham Potter. Ia kerap membantu serangan dan tak jarang pula membantu serangan hingga mencetak dua gol.Tolak Selebrasi Lawan Tunisia
Tapi, ada pemandangan menarik setelah Ayari mencetak gol. Gelandang Brighton & Hove Albion itu menolak melakukan selebrasi usai mencetak gol.Rupanya, Ayari masih memiliki darah Tunisia dari keluarganya, lebih tepatnya dari sang ayah, Azzouz. Menariknya, Azzouz lah yang meyakinkan Yasin untuk membela Swedia.
Padahal, Yasin sempat mempertimbangkan memperkuat Tunisia pada 2021 lalu. Namun berkat saran sang ayah, Yasin Ayari akhirnya memutuskan membela timnas Swedia.
Jenderal Lini Tengah Brighton
Ayari memulai kariernya di Swedia sebelum bergabung dengan Brighton pada 2023 lalu. Sempat menjalani masa peminjaman di Coventry City dan Blackburn Rovers, Ayari kini menjadi pemain kunci Brighton.Ayari dipercaya mengisi lini tengah Brighton oleh Fabian Hurzeler musim ini. Gelandang 22 tahun tersebut tampil 32 kali di semua kompetisi dengan sumbangan empat gol dan tiga assist.
Kini, Ayari memperlihatkan kilaunya di panggung terbesar dunia. Bahkan lebih bersinar dari Isak yang merupakan striker termahal Premier League dan Gyokeres yang menjuarai Premier League.
Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini!
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda