Penyerang timnas Portugal, Cristiano Ronaldo (AFP/Patricia De Melo Moreira)
Penyerang timnas Portugal, Cristiano Ronaldo (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Timnas Portugal

Cristiano Ronaldo Terancam Skorsing, FPF Buka Proses Disipliner

Gregorius Gelino • 10 Oktober 2026 19:57
Ringkasnya gini..
  • FPF memulai proses disipliner terhadap Ronaldo terkait insiden pada 7 Oktober 2026, berdasarkan keputusan pada 9 Oktober 2026.
  • FPF menjatuhkan skorsing preventif nonotomatis tambahan dan menetapkan proses disipliner tersebut sebagai perkara mendesak.
  • Sebelumnya, Ronaldo dikabarkan meninggalkan kamp latihan Portugal setelah tidak dimainkan Jorge Jesus saat Portugal menang 2-1 atas Norwegia. Keputusan akhir terkait dugaan pelanggaran Ronaldo masih menunggu hasil penyelidikan.
Jakarta: Cristiano Ronaldo menghadapi ancaman sanksi tambahan setelah Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) resmi memulai proses disipliner terkait insiden yang terjadi pada 7 Oktober 2026. Tak hanya itu, FPF juga menjatuhkan skorsing preventif nonotomatis terhadap kapten tim nasional Portugal tersebut selama proses disipliner berlangsung.

Keputusan ini diambil oleh karena tindakan nonprofesional pada 9 Oktober 2026. Proses tersebut bertujuan menyelidiki apakah peristiwa yang dilaporkan pada 7 Oktober mengandung unsur pelanggaran disiplin yang dilakukan Ronaldo.

Langkah FPF ini menambah ketidakpastian mengenai situasi Cristiano Ronaldo bersama tim nasional Portugal. Sebelumnya, pemain berusia 41 tahun itu dikabarkan meninggalkan kamp latihan Portugal setelah tidak dimainkan oleh pelatih Jorge Jesus dalam pertandingan melawan Norwegia yang berakhir dengan kemenangan Portugal 2-1.

FPF Selidiki Dugaan Pelanggaran Disiplin Ronaldo

Dalam pernyataan resminya, FPF menegaskan bahwa pembukaan proses disipliner dilakukan untuk menyelidiki fakta-fakta yang berkaitan dengan kejadian pada 7 Oktober 2026. Penyelidikan ini menjadi tahapan penting untuk menentukan apakah tindakan Ronaldo memenuhi unsur pelanggaran berdasarkan regulasi disiplin sepak bola Portugal.

“Dimulainya proses disipliner terhadap Cristiano Ronaldo, berdasarkan keputusan Komite Nonprofesional pada 9 Oktober 2026, bertujuan untuk menyelidiki apakah fakta-fakta yang dilaporkan terkait peristiwa pada 7 Oktober memiliki unsur pelanggaran disiplin,” demikian pernyataan FPF.

Meski demikian, pembukaan proses disipliner belum berarti Ronaldo telah dinyatakan bersalah. FPF masih harus menelaah fakta dan laporan yang berkaitan dengan insiden tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Skorsing Preventif Tambahan Diberlakukan

Selain membuka proses disipliner, FPF memutuskan untuk memberlakukan skorsing preventif nonotomatis terhadap Cristiano Ronaldo. Sanksi tersebut diberikan tanpa mengesampingkan skorsing preventif otomatis yang sebelumnya telah dikenakan kepada sang pemain hingga tanggal penetapan keputusan. FPF juga menetapkan bahwa proses disipliner ini bersifat mendesak. Artinya, perkara tersebut akan ditangani melalui mekanisme yang diprioritaskan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, rincian mengenai durasi skorsing tambahan, cakupan pertandingan yang terdampak, serta keputusan akhir terkait dugaan pelanggaran Ronaldo belum dijelaskan dalam kutipan pernyataan tersebut.

Berawal dari Situasi Ronaldo di Timnas Portugal

Situasi Cristiano Ronaldo menjadi sorotan setelah Portugal meraih kemenangan 2-1 atas Norwegia. Dalam pertandingan tersebut, Ronaldo tidak mendapatkan kesempatan bermain dari pelatih Jorge Jesus.

Setelah pertandingan, Ronaldo dikabarkan meninggalkan kamp latihan tim nasional Portugal. Peristiwa tersebut kemudian menjadi bagian dari rangkaian kejadian yang mendapat perhatian federasi.

Meski demikian, hubungan langsung antara keputusan Ronaldo meninggalkan kamp latihan dan dugaan pelanggaran yang sedang diselidiki perlu dipastikan melalui informasi resmi lebih lanjut. FPF sendiri, dalam pernyataan yang dikutip, menyebut peristiwa pada 7 Oktober sebagai objek penyelidikan tanpa merinci seluruh fakta yang mendasarinya.

Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo Selanjutnya?

Penerapan skorsing preventif tambahan membuat perkembangan kasus ini menjadi perhatian, terutama terkait kemungkinan dampaknya terhadap keterlibatan Cristiano Ronaldo dalam agenda tim nasional Portugal berikutnya.

Keputusan akhir akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan proses disipliner yang sedang berjalan. Sampai ada penetapan lebih lanjut, Ronaldo belum dapat disebut telah terbukti melakukan pelanggaran disiplin.

Dengan proses yang ditetapkan bersifat mendesak, publik kini menantikan penjelasan lanjutan dari FPF mengenai hasil penyelidikan, status skorsing, dan kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan kepada megabintang Portugal tersebut.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan